Overlord Volume 14 Chapter 3

The Last King

Sejumlah besar dokumen dikumpulkan di ruang kerja ini bersama dengan beberapa pejabat urusan internal. Ekspresi mereka sulit digambarkan, alasannya karena meningkatnya beban kerja mereka telah mengambil banyak korban. Alasan lain untuk ini yaitu tekanan yang mereka rasakan dari pengetahuan mereka mengenai kondisi Kingdom yang berbahaya.

Zanac meremas tangan kanannya yang telah menandatangani begitu banyak dokumen sehingga mulai terasa sakit dan menggerakkan bahunya berputar-putar. Dia bisa mendengar tubuhnya berderit ketika dirinya melakukan itu.

Kelihatannya kondisi tubuhnya, seperti yang lainnya, sangat ingin beristirahat.

Meskipun saat ini dia ingin istirahat, jumlah pekerjaan yang dikirimkan ke ruang kerja ini sayangnya terus meningkat.

Karena itu masalahnya, dia harus meminta lebih banyak bantuan untuk berurusan dengan ini atau membagikan pekerjaannya kepada yang lain. Sayangnya, tidak ada orang di sana yang bisa didelegasikan oleh Zanac untuk pekerjaannya. Jika ada yang mengambil alih beban kerja Zanac, itu haruslah anggota keluarga kerajaan lainnya.

Zanac memiliki alasan sendiri untuk tidak meminta bantuan dari ayahnya atau Renner.

Kebenarannya adalah, dia memiliki akses yang bisa dimintai bantuan tetapi tidak bisa memintanya.

Zanac mengangkat penanya lagi, memindai dokumen yang diletakkan di depannya, dan menandatangani dan mencapnya.

Setelah mengulangi rutinitas yang sama untuk kedelapan kalinya, terdengar ketukan di pintu.

Desahan bisa terdengar dari beberapa pejabat. Mungkin ini merupakan pengiriman dokumen lain yang lebih banyak lagi.

Salah satu petugas, yang napasnya berat terdengar tidak wajar seperti pekikan babi, berdiri dan berjalan menuju pintu dengan kecepatan setara siput. Gerakannya sangat lamban sehingga seolah-olah dirinya mempercayai jika semakin lambat dia bergerak, semakin sedikit yang harus dia kerjakan.

Seorang knight berdiri di luar pintu.

“Saya benar-benar minta maaf karena mengganggu kalian di masa sibuk ini, tetapi Renner-sama ingin berbicara dengan Yang Mulia.”

Bukan itu yang dia harapkan, tetapi itu masih masalah yang sama merepotkannya.

“Aku sibuk, jadi tidak bisa. Jika dia ingin mengatakan sesuatu, katakan padanya untuk berbicara denganku saat makan malam.”

Sejak saudaranya hilang, Zanac dan keluarganya telah berusaha untuk makan bersama sebanyak mungkin. Beberapa hari terakhir ini merupakan pengecualian, mungkin Renner beberapa hari ini telah makan sendirian.

Dia tidak mungkin merasa kesepian. Di saat-saat ketika ada kekurangan pelayan, dia akan makan malam dengan Climb dan Brain sebagai gantinya. Dia mungkin lebih bahagia saat ini daripada sebelumnya, mungkin lebih bahagia daripada Zanac atau ayah mereka.

“Baik, Yang Mulia.”

Knight menutup pintu dan pergi, tetapi Zanac mengetahui Renner benar-benar tidak akan menerima alasan itu.

Zanac berhenti menulis dan memerintahkan pejabat yang akan berjalan kembali ke posnya untuk tetap di tempatnya.

Setelah sekitar satu menit berlalu, pintu itu diketuk lagi dan knight yang sama ada di belakangnya dengan pesan yang sama persis seperti sebelumnya.

“Saya sangat menyesal, Yang Mulia. Sang putri, berkata… Jika anda tidak menginginkan dirinya menyebarkan desas-desus yang mungkin benar atau mungkin tidak benar, segera menemui dirinya.”

Apakah dia serius menggunakan ancaman? Zanac tersenyum masam. Meskipun dia tidak mempercayai saudara perempuannya benar-benar akan melakukan apa yang dikatakannya, jika saudarinya sampai mengancamnya, dirinya mungkin harus mendengarkan apa yang harus dikatakannya. Jika desas-desus benar-benar tersebar, tidak diragukan lagi beban kerjanya akan semakin meningkat.

Dia hanya harus bertindak seolah-olah dia dipaksa melawan kehendaknya.

“Aku paham, biarkan dirinya masuk namun hanya Renner seorang. Dua orang sisanya, biarkan mereka menunggu di ruangan sebelah.”

“Baik, Yang Mulia.”

Dari respon cepat knight, Zanac bisa mengatakan ramalannya benar, mereka berdua telah mengikutinya.

Brain merupakan warrior terbaik Kingdom, tak tertandingi dalam kekuatannya. Climb juga jauh lebih kuat dari seorang warrior biasa. Memiliki keduanya berada di dalam istana sepanjang hari dan menjadi pengawal Renner terasa seperti membuang-buang bakat.

Keduanya tidak dipekerjakan langsung oleh istana tetapi dibayar dengan uang saku Renner dan dengan demikian merupakan bawahan langsungnya. Zanac tidak mengatakan tentang tugas mereka.

Setelah knight itu menutup pintu, Zanac menoleh ke para pejabat yang masih bekerja keras di ruangan itu dan berkata,

“Kalian semua, saudara perempuanku akan segera tiba, karena itu kalian tahu kan apa yang ku maksud? Bersukacitalah, karena kalian semua boleh istirahat. Tiga jam mulai dari sekarang. Beristirahat dan bugarkan kembali diri kalian.”

Para petugas memberikan senyum lelah mereka dan berjalan dengan langkah berat seolah-olah mereka adalah zombie.

Putri Renner masuk segera setelah itu. Berbeda dengan pejabat yang baru saja pergi, dia tersenyum cerah.

“Onii-sama, maafkan aku karena berbicara tidak pada giliranku, tetapi para pejabat urusan internal bisa jauh lebih efisien jika dirimu membiarkan mereka beristirahat dengan nyenyak. Seseorang cenderung membuat lebih banyak kesalahan ketika mereka lelah. Omong-omong, onii-sama baik-baik saja?”

Zanac menggosok dagunya yang tertutup janggut. Dia telah bekerja dalam jumlah waktu yang sama dengan para pejabat itu sehingga dia secara alami kelihatan lelah seperti mereka. Dia memang ingin beristirahat, tetapi sebagai atasan, terlalu banyak hal bergantung padanya.

“Jujur aku pikir kita harus mempekerjakan seseorang yang bisa memalsukan tanda tanganku.”

“Ada seseorang yang bisa memalsukan tanda tangan ayah, haruskah aku menjemputnya?”

Renner menatap Zanac dalam diam. Dia tahu apa yang dimaksud pertanyaannya, tetapi lebih baik memeriksa untuk memastikan.

“-apa maksudmu?”

“Apakah ayah kita masih sehat?”

Zanac tersenyum masam.

“Oy oy … kau pikir aku akan merencanakan untuk membunuh ayah kita? Dalam situasi saat ini …? Ayah sedang tidak enak badan, dia beristirahat di ruangannya. Aku ragu dia bisa beristirahat dengan nyenyak jika dirinya diingatkan mengenai tugasnya sebagai raja. Itulah sebabnya kau, sebagai putrinya, tidak boleh bertemu dengannya untuk saat ini. Maaf~”

Senyum Renner cocok dengan senyumnya. Setelah melihat itu, dia tahu saudarinya mengerti semuanya.

“Onii-sama, di antara kita, tidak perlu berbohong. Onii-sama, tanpa tentara Marquis Raeven, sudah cukup untuk menempatkan ayah kita di bawah pengawasan. Para menteri urusan dalam negeri dan militer pasti sudah bergabung dengan pihak onii-sama … Memangnya ayah mau merencanakan apa lagi?”

“Dia masih ingin membicarakannya dengan Sorcerous Kingdom.”

Karena itu, Zanac harus bertindak sebagai pengganti Raja dan mengurus segala hal lain sebaik mungkin.

Karena dia telah mengurung ayahnya, dia harus mengambil semua masalah ini ke tangannya sendiri. Jika dia masih meminta bantuan dari ayahnya mengingat keadaan ini, dia benar-benar akan menjadi seseorang yang paling menyedihkan.

“Mmmm … Tetap saja, aku mengerti cara berpikir ayah. Lagipula, dia telah menyaksikan 200.000 orang secara langsung di musnahkan di medan perang…”

Ditambah lagi, dia telah kehilangan Gazef Stronoff dan putranya sendiri. Zanac tidak menyuarakan pikiran itu tetapi hanya menggerutu dalam hatinya.

“Bukannya aku tidak bisa menghubungkan keinginannya untuk menyelesaikan ini melalui diplomasi, untuk mengurangi jumlah korban hingga serendah mungkin, tetapi segalanya telah berkembang ke tahap di mana resolusi melalui diplomasi tidak lagi dimungkinkan.”

Zanac mengeluarkan selembar kertas besar dan membentangkannya di atas meja.

Itu bukan potongan kertas biasa, tetapi selembar kertas putih dan tipis yang mewah. Di atasnya ada peta lengkap Kingdom yang dibuat menggunakan mantra [ Copy ].

“Lihat. Ini merupakan kota-kota di Kingdom yang telah ditaklukkan oleh Sorcerer King.”

Banyak tanda ‘X’ menghiasi sisi utara dan timur Kingdom, lebih dari setengah total jumlah kota ditandai. Seseorang yang berpengalaman dalam kartografi mampu mengetahui dari ukuran kota-kota itu saja, mereka merupakan tempat tinggal sejumlah besar penduduk. Mereka yang cukup pintar seharusnya menyadari jika peta ini memasukkan desa, jumlah ‘X’ akan jauh lebih banyak.

Zanac menelusuri jejak di peta dengan jari-jarinya.

“Meskipun Sorcerous Kingdom kelihatannya belum bergerak sejak perang dimulai, mereka sebenarnya telah menyerang utara.”

Renner menatap jari Zanac yang berhenti ditanda sebuah kerajaan.

“Untuk memberi tekanan pada tetangga kita seperti Council State, untuk mencegah bala bantuan dikirim ke sini kan?”

“Itu benar. Kita mengira mereka tidak bergerak sama sekali dan deklarasi perang hanyalah ancaman kosong. Sementara ayah kita yang naif mencoba bernegosiasi dengan mereka, banyak hal telah berkembang ke tahap ini. Kota-kota hancur dan orang-orang kita dibantai secara massal.”

Zanac menggertakkan giginya dan mengeluarkan suara hingga terdengar.

“… Kebiadaban seperti itu. Benar-benar tak termaafkan.”

Mereka yang bisa mentolerir perlakuan semacam ini tidak layak disebut keluarga kerajaan.

“Jadi Sorcerous Kingdom tidak memiliki keinginan untuk berkomunikasi dengan kita. Tentunya mereka merencanakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya? Benarkan?”

“Kau benar, apa yang akan terjadi selanjutnya – mungkin tindakan agresi yang lebih terbuka.”

Zanac mengangguk.

Itulah sebabnya dia sibuk merumuskan strategi untuk mengirim senjata ke setiap bangsawan di kerajaan ini.

“Katakan padaku, wahai saudariku, tolong gunakan pikiranmu yang cemerlang itu. Mengapa kita tidak menyadari invasi Sorcerous Kingdom? Mengapa kita tidak menerima informasi penting mengenai invasi sebelum kota utara E-Naüru menangkis serangan musuh?”

Ketika Sorcerous Kingdom mengepung sebuah kota, ada yang mengatakan tidak ada satu jiwa pun yang selamat dari pembantaian yang terjadi. Namun, untuk memastikan tidak ada kebocoran yang terjadi merupakan suatu prestasi yang sangat mustahil. Bagaimanapun, para pedagang dan pelancong masih berlalu-lalang bahkan selama masa perang.

Apa yang telah mereka lakukan untuk menutup mulut semua orang?

Apakah itu semacam mantra Sorcerer King?

“Onii-sama juga bisa mencium aroma itu kan? Sorcerous Kingdom telah mengunci seluruh sumber informasi kita.”

“Ah … jadi kau juga berpikir begitu. Maka jika itu masalahnya, tanda ‘X’ ini mungkin juga tidak benar.”

“Jika ini bukan sesuatu yang dilakukan Sorcerous Kingdom, segalanya akan lebih mudah dijelaskan. Disisi kita mungkin ada seorang pengkhianat.”

Kemungkinan utamanya adalah beberapa pejabat urusan internal telah mengkhianati mereka dan melaporkan informasi palsu. Kemungkinan lain yaitu beberapa bangsawan Kingdom telah berpindah haluan menuju sisi Sorcerous Kingdom dan mengirimkan laporan palsu.

Jari Zanac terus menelusuri garis-garis pada peta. Dia merenung, bangsawan mana yang bisa memanipulasi sejumlah besar informasi palsu.

Jari Zanac berhenti di sebuah kota dan dia memindahkannya ke samping untuk tidak memblokirnya.

“… Oh saudariku, pasti kau sudah menemukan jawabannya, bangsawan mana yang telah mengkhianati kita?”

“Tidak bisakah itu kemungkinan lain?”

Renner bisa sepenuhnya menyadari apa yang diharapkan Zanac. Meskipun di masa lalu dia mendapati kecerdasan adik perempuannya mengganggu, dia merasa lebih bisa diandalkan saat ini daripada yang lainnya.

“… Aku bisa menghitung di satu sisi jumlah orang yang akan memiliki kendali informasi sebanyak ini yang mengalir ke ibukota. Menteri urusan militer misalnya, tetapi dia bahkan tidak bisa mengendalikan arus pedagang dan pelancong yang keluar masuk ibukota. Mustahil bagi siapa pun di ibu kota yang memiliki kemampuan untuk mengunci informasi kita seperti itu.”

“Jika dirimu mengerti ini, pasti onii-sama sudah memikirkan jawabannya… Yaitu Marquis Raeven.”

“-Sungguh? Mustahil.”

Zanac langsung menolak gagasan itu, meskipun jarinya telah bersandar pada posisi E-Libera.

“Apakah dirimu benar-benar percaya itu tidak mungkin? Marquis Raeven merupakan seseorang yang menyayangi putranya. Bagaimana jika, seseorang menculik putranya dan menyanderanya?”

“… Begitukah cara mereka mengancam Marquis Raeven? Sungguh biadab!”

“Padahal, anggapanku dirinya mungkin telah mengkhianati kita hanya karena dia berpikir ‘untuk siapa mahkota itu ditakdirkan’.”

Meskipun Zanac tidak mau mempercayai pengkhianatan Marquis Raeven, tidak ada bangsawan lain yang sekuat dirinya. Dia hanya perlu memanggil beberapa bantuan dari bangsawan lain yang dekat dengannya sebelum dirinya benar-benar dapat memotong aliran informasi yang masuk dan keluar dari kota pilihannya. Orang-orang yang selamat juga akan memilih untuk mencari perlindungan dan tempat berlindung dari kota-kota besar, E-Libera akan menjadi pilihan yang sangat bagus dalam hal itu.

Apakah karena faktor-faktor itulah Sorcerous Kingdom telah mengarahkan perhatian padanya?

“… Kau pikir orang macam apa Sorcerer King itu?”

“Cara berpikirnya sangat fleksibel, seseorang yang memiliki kecerdasan dan tipu daya seluruh bangsa. Apa yang paling menakutkan tentang dirinya yaitu kenyataan jika dia tidak hanya mengandalkan kekuatannya yang luar biasa, tetapi dengan cermat merencanakan setiap langkah yang akan dilakukannya. Orang biasa menganggap dirinya monster yang konsep arogansinya benar-benar diluar nalar.”

{Hoh?} Zanac memandang Renner, ada sesuatu yang aneh pada dirinya. Ekspresinya sama seperti biasanya, tetapi suaranya membawa emosi yang tidak biasa, yaitu rasa kagum dan hormat.

“Juntaian jaring langkah yang terbentang di depan mata kita mungkin dianyam pada Kingdom bertahun-tahun yang lalu. Kita hanyalah ngengat yang terjebak.”

“Aku lebih suka dikatakan kupu-kupu.”

“Bagaimanapun, kita berada dalam belas kasihan mereka, tidak masalah jika onii-sama lebih suka menggunakan kupu-kupu dalam metafora itu atau tidak. Bahkan jika kita menyelinap melalui jaring-jaring ini tanpa terluka, akan ada lapisan lain di bawahnya … itu benar-benar menakutkan. Aku tidak mempercayai seseorang seperti dirinya bisa ada di dunia ini. Bagaimana jika seluruh tindakan yang telah kita lakukan sudah dalam perhitungannya?”

“Jadi maksudmu dia lebih baik darimu?”

Renner tertawa dan tidak menanggapi.

“Mari kita kembali ke topik sebelumnya, onii-sama mungkin berpikir untuk mencari tahu tentang itu di kediaman Marquis Raeven kan? Aku tidak berpikir dirimu dapat menemukan sesuatu yang substansial di sana.”

“Itu benar, tapi tentunya kita tidak bisa hanya diam kan?”

Mengingat seberapa besar kemungkinan Marquis Raeven mengkhianati mereka, mereka harus melakukan sesuatu. Dia masih mengharapkan mereka dapat menemukan sekecil apapun petunjuk tentang semua ini.

“Sebelum kita melakukan itu, aku punya pertanyaan untuk onii-sama. Jika situasi saat ini berlanjut, Sorcerous Kingdom pasti akan memulai pertempuran terakhir di dekat ibukota. Akankah onii-sama memerintahkan tentara untuk mempertahankan kota atau mengirim mereka keluar untuk menerima serangan? Bagaimana kita akan meningkatkan kekuatan kita?”

“Aku sudah menerima tanggapan yang memuaskan dari para bangsawan tetangga kita.”

Mereka yang lebih jauh belum menjawab. Itu bukan karena mereka belum menerima pesannya, tetapi karena mereka hanya ingin mengamati. Mereka mungkin ingin melihat keluarga kerajaan dimusnahkan sehingga mereka bisa tunduk pada Sorcerer King sebagai subyek barunya. Atau mungkin itu karena mereka tidak ingin menerima kemarahan Sorcerous Kingdom dengan membela Kingdom.

Mungkin kereta pemikiran itu sedikit naif.

Keyakinan mereka jika mereka dapat menjauhkan diri dari hal ini merupakan bukti atas kebodohan mereka sendiri.

Tidak, dia tidak seharusnya mengejek kebodohan mereka. Jika mereka mengetahui betapa kejamnya Sorcerous Kingdom, mereka tidak akan melakukannya. Mereka semua merupakan korban penguncian informasi.

Begitu ibukota jatuh, tidak ada keraguan dalam benaknya Sorcerous Kingdom akan memperluas kebrutalannya menuju kota-kota lain. Para bangsawan yang ingin menjauhkan diri dari pertempuran ini akan berakhir dengan kekalahan.

“Apakah dirimu percaya… kita bisa menang?”

Zanac tersenyum masam dan menjawab dengan tenang pertanyaan yang berbelit-belit ini.

“Ini bukan masalah apakah kita menang atau kalah, kita tidak punya pilihan selain menghadapi mereka dalam pertempuran. Sorcerous Kingdom akan menghanguskan setiap inci dari kerajaan ini dan membantai semua warga kerajaan kita. Ini merupakan pertaruhan terakhir kita untuk bertahan hidup.”

“… Onii-sama… ucapanmu layaknya seorang raja ya?”

“Apa? Apa maksudmu? Apakah yang kau maksud aku terlalu menyombongkan diri sendiri?”

“… Umm, jika kita dikalahkan dalam pertempuran ini, bukankah Kingdom akan dihancurkan? Jika itu yang terjadi maka warga Kingdom tidak akan aman ke mana pun mereka melarikan diri. Meskipun aku tidak mempercayai pilihan onii-sama untuk mempertaruhkan semuanya dalam pertempuran ini merupakan kesalahan, Marquis Raeven mungkin telah mengkhianati kita karena alasan ini juga, untuk menyelamatkan warga.”

“Begitu … jadi kotanya bisa menjadi tempat perlindungan bagi para pengungsi, hmmm,”

“Tapi aku ragu Sorcerer King akan membiarkan itu terjadi. Mungkin dia juga telah memerintahkan Marquis Raeven membunuh orang-orang yang mencari perlindungan di kotanya untuk menguji kesetiaannya.”

Mengapa Marquis Raeven akan mengkhianati mereka? Tidak, sudahkah dia mengkhianati mereka? Mungkin ini juga merupakan strategi Sorcerer King yang lain, dengan menabur benih keraguan di antara mereka untuk memancing Renner dan dirinya.

Zanac mengingat Marquis Raeven yang hanya menginginkan masa depan yang lebih baik untuk Kingdom.

Mungkin dia harus menulis surat kepadanya dan mengadakan pertemua untuk bicara secara empat mata dengannya, tetapi itu bisa menjadi langkah yang berbahaya.

Seorang pengkhianat yang terus menerima surat-surat dari majikan sebelumnya. Itu pasti akan menyebabkan Sorcerer King meragukannya.

Itu bisa menjadi strategi yang bisa dia gunakan untuk melawan mereka, tetapi lebih amannya untuk membuat Marquis Reaven bergerak bersama pasukan Sorcerer King. Ini bukan waktu terbaik untuk melakukan hal seperti ini. Jika Marquis Raeven benar-benar dipaksa menggunakan ancaman atas keselamatan keluarganya, dia tidak bisa menyalahkannya.

Zanac mengingat Marquis Raeven yang terlalu memuja putranya.

Dia mencoba mengingat-ingatnya sehingga matanya nyaris menyipit sampai dirinya tersentak kembali ke dunia nyata karena melihat saudara perempuannya.

“Pengungsi …? Omong-omong, ayah menginginkanmu… yah, dia menginginkan kita mencari perlindungan dari City-State Alliance sebagai perwakilan Kingdom. Itu jauh sebelum aku melakukan pengawasan pada ayah. Jika kau masih ingin melakukannya, secepatnya pergilah dari ibukota.”

Tak lama kemudian dia harus menyusun strategi semampunya dan menghadapi pertempuran penentu melawan Sorcerous Kingdom. Jika dia boleh jujur, mereka benar-benar tidak memiliki peluang. Kekalahan berarti ibukota dan kota-kota lainnya akan dihancurkan menjadi abu.

Itu menyiratkan tak ada tempat di dalam Kingdom yang aman. Mungkin mereka harus mengikuti saran ayah mereka dan meninggalkan kerajaan.

Dalam keadaan normal, ada dua cara yang bisa dilakukan seorang pemenang dengan mantan keluarga kerajaan.

Salah satunya yaitu mencampurkan garis keturunan mereka melalui pernikahan politik, pilihan keduanya yaitu membunuh semua orang yang memiliki darah keluarga kerajaan hingga tak tersisa.

Sorcerous Kingdom pasti akan memilih yang terakhir.

“Itu ide yang bagus, akankah onii-sama melakukannya juga?”

“Pada titik ini, bagaimana mungkin aku… Jika kakak lelaki kita masih di sini aku juga akan memilih untuk lari. Jangan pedulikan aku, apa yang akan kau lakukan? Sorcerer King merupakan undead maka dirinya mungkin tidak akan tertarik pada wanita, karena itulah merekapun pasti akan terbunuh.”

“Jika Sorcerous Kingdom menyerang kita, akupun bisa diserang oleh orang-orang kita sendiri yang sudah cukup merasa putus asa.”

Zanac menunjukkan rasa jijik di wajahnya setelah mendengar betapa tenangnya saudara perempuannya mengatakan ucapan seperti itu. Tetapi, dia harus mengakui adiknya juga bersikap realistis.

Kecantikan Renner terkenal, tak perlu diragukan lagi orang-orang seperti itu pasti ada.

“Kalau begitu untuk saat ini ingatlah jangan jauh-jauh dari Climb dan Unglaus.”

“Mmm, oke, aku tidak akan membiarkan Climb meninggalkan sisiku.”

“Tak ada orang lain selain kita berdua disini dan aku tak ingin mengatakannya disutasi seperti ini, tapi kau harus menjawabku dengan ‘mereka berdua’.”

Mengapa Brain Unglaus memilih untuk melayani wanita ini?

Meskipun dia telah mendengar desas-desus Brain tertarik pada Climb, dia tidak kelihatan sedikitpun menjadi seorang gay. Namun, setelah beberapa kali menyelidikinya, sepertinya dia sama sekali tidak memiliki wanita – nggak mungkin kan kalau dia cuma tertarik pada anak-anak?

Dia tidak menyuarakan pemikiran itu mengingat betapa menakutkannya adiknya. Jika mereka berdua mencari tahu tentang itu, itu akan merepotkan.

“Ngomong-ngomong, aku tidak bermaksud melarikan diri. Sebagai seorang putri, aku akan menghadapi kematian dengan anggun dan bermartabat.”

Itu tak terduga.

Dia telah memikirkan hal ini di masa lalu, mengenai bagaimana adiknya menjalani kehidupan indahnya bersama Climb. Kemungkinan adiknya sudah berencana dan bersiap untuk melarikan diri.

{Dia akan menjadi seseorang yang melakukan itu…}

“Tetapi bahkan mayat masih bisa dieksploitasi oleh Sorcerer King.”

“Mungkinkah, onii-sama akan memimpin pasukan melawan Sorcerer King?”

“Ah, benar. Meskipun kehadiranku benar-benar tidak akan membuat perbedaan, tentara membutuhkan kerajaan untuk memimpin mereka – aku harus mengambil sikap.”

Zanac memandang ke arah langit-langit.

“Dahulu kau telah mengatakan sesuatu yang menyatakan jika aku merupakan seseorang yang akan menjadi raja, itu sebabnya tanggung jawab ini jatuh padaku… semoga ayah akan mengurus pemakamanku… Kapanpun kau dapat memilih untuk melarikan diri.”

Meskipun dia telah melewati sebagian besar waktu bersama saudara perempuannya yang menjengkelkan, mereka masih berbagi darah yang sama. Untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang saudara, paling tidak itulah yang bisa dilakukannya. Mungkin dia bisa menerima belas kasih Tuhan setelah kematiannya.

“Aku mengerti. Aku akan melakukannya ketika saatnya tiba.”

Ketika Zanac mengalihkan pandangan ke arahnya, dia melihat Renner menjawab dengan senyumnya yang biasa.

Sorcerous Kingdom akhirnya memulai invasi ke bagian barat. Kota demi kota dan desa demi desa hangus disepanjang jejak mereka. Pasukan mereka kini menuju ibukota, meskipun dengan kecepatan yang sangat lambat.

Semakin besar pasukan, semakin lambat ia bergerak. Namun, menurut rekannya, Evileye, ini seharusnya tidak berlaku untuk pasukan Sorcerous Kingdom, yang sepenuhnya terdiri dari undead. Dia yakin ini dilakukan untuk memberi tekanan pada penduduk Kingdom.

Tekanan dari pasukan invasi telah menyebabkan pecahnya kericuhan di ibukota dan banyak yang tewas sebagai akibatnya. Setelah itu terjadi, orang-orang di ibukota memiliki dua pilihan.

Yang pertama adalah meninggalkan ibukota dan bergerak ke arah yang berlawanan dari E-Rantel – barat.

Pilihan lainnya adalah tetap di ibukota, menutup pintu, dan tidak pernah keluar dari persembunyian.

Mengenai opsi mana yang lebih populer, mayoritas orang memilih yang terakhir. Mereka yang memilih pilihan pertama merupakan semua orang yang memiliki harta, koneksi, atau keterampilan untuk menjamin kelangsungan hidup mereka bahkan di negeri yang jauh.

Itulah sebabnya lebih dari 95% populasi ibu kota memilih untuk tinggal.

Tapi, itu hanya berlaku sampai kemarin.

Keluarga kerajaan telah membuat keputusan.

Dekrit itu muncul karena pasukan Sorcerous Kingdom yang terus merambah, kota membutuhkan lebih banyak tenaga untuk mempertahankannya. Semua pria berbadan sehat harus berpartisipasi dalam pertempuran. Itu pada dasarnya konsep.

Tentu saja, ada orang-orang yang takut pada medan perang dan masih memilih untuk bunuh diri, tetapi jumlah orang yang meyakini jika mereka tidak berkontribusi pada perang ini, menghasilkan orang-orang yang mereka cintai akan mati, memegang mayoritas.

Gairah yang berapi-api dari para penduduk mulai menyebar di ibukota, mereka yang terkena dampaknya mulai sangat bersemangat. Jalanan dipenuhi oleh orang-orang yang bersiap untuk berperang. Para ayah dan putra mereka menjadi tentara. Mereka yang menginginkan ransum yang rasanya lebih lezat untuk perang menjadikan industri kuliner mengalami ledakan kreasi. Ini semua diperburuk oleh informasi yang beredar jikalau keluarga kerajaan telah memerintahkan setiap pedagang di kota untuk menjaga harga makanan tetap rendah.

Para anggota Blue Roses menyelinap melewati kerumunan.

Lakyus menyarankan sesuatu kepada teman-temannya di belakangnya.

“Seperti yang kubilang, teman-teman, aku bisa menanganinya sendiri. Permintaan itu tidak menentukan siapa yang harus menanganinya, tetapi itu bukan berarti kita semua yang harus menanganinya. Aku yakin semua orang sedang sibuk kan? Bagaimana kalau kita berpisah di sini?”

“… Ada apa denganmu, Lakyus? Apakah ada alasan mengapa kau tidak ingin kami ikut?”

Lakyus dengan paksa membuat senyuman setelah mendengar apa yang dikatakan Evileye. Meskipun dalam benaknya dia berpikir, “kepo sekali sih kau!” dia tidak menyuarakan pemikiran itu. Evileye tidak salah mengenai itu, Tina dan Tia jauh lebih tajam daripada dirinya. Syukurlah, dia tidak menghadapi mereka.

“Aku mengerti perasaan Lakyus saat ini. Kudengar Azuth-danna akan datang juga kan?”

Lakyus merasakan jantungnya berdebar sesaat.

Itu benar. Paman Lakyus, pemimpin kelompok petualang Red Drop peringkat Adamantite, Azuth Aindra diundang bersama mereka.

“Oh, yah karena keluargamu. Pasti ada banyak yang ingin kalian berdua diskusikan kan? Kami mengerti.”

Bagus, kebingungan mereka membuat mereka menjauh dari alasan sebenarnya. Lakyus setuju dengan apa yang dikatakan Gagaran,

“Benar. Bisakah kalian lakukan ini untukku? Dia bahkan tidak mencariku setelah dirinya sampai di ibukota. Begitu-”

“Sungguh membingungkan.”

“Tak dapat dipercaya.”

“Eh?”

Lakyus memandang ke arah si kembar.

“Kalian berdua memiliki hubungan dan juga merupakan pemimpin kelompok petualang berperingkat Adamantite. Mengingat situasi saat ini, dia masih tidak memberi tahumu mengenai kepulangannya ke ibukota, jadi bagaimana pemohon kita mengetahuinya?”

“Jika dia berhubungan dengan Red Drop, dia seharusnya mengatakannya. Tapi, pemohon itu tidak mengatakan apa-apa.”

Tadi malam, seorang lelaki bertubuh tidak proposional muncul di penginapan tempat Blue Roses menginap, memberi tahu mereka jika mereka memiliki permintaan pekerjaan, dan mendatangi lokasi ini. Untuk meminta mereka secara langsung daripada melalui Guild Adventurer merupakan tindakan yang cukup mencurigakan sehingga membuat Lakyus ingin menolak tawarannya. Namun, setelah mengetahui Azuth dari Red Drop akan ada di sana juga, mau tak mau dirinyapun harus kesana.

“Ya. Ini sangat mencurigakan, ini bahkan bisa disebut konspirasi. Bisa jadi itu kebohongan untuk memancing kita atau ada sesuatu yang lain.”

“Ya. Mengingat kemungkinan ini bisa menjadi jebakan – meskipun kau kuat, masih ada beberapa hal yang tidak dapat kau tangani sendirian. Jika pihak lain ini mencoba untuk menyakiti kita, kita harus berusaha untuk tidak dikalahkan satu per satu.”

“Teman-teman …”

Lakyus senang semua orang sangat mengkhawatirkan dirinya. Tetapi-

“Juga, kami juga ingin bertemu dengan hero-senpai itu.”

“Aku dulu hanya mendengar namanya tetapi belum pernah bertemu dengannya. Jika kau memiliki hubungan dengannya, seharusnya mudah bagi kami untuk bertemu dengannya kan?”

Lakyus merasakan perutnya tiba-tiba sakit.

Meskipun pamannya bukan orang jahat, dia juga tidak bisa disebut orang baik. Secara keseluruhan, apa yang dia yakini yaitu kebenarannya pamanya merupakan seseorang yang hanya bisa menjadi pengaruh buruk pada anak-anak.

Ketika Lakyus bertemu dengannya dahulu ketika dirinya masih kecil, pamannya terlihat seperti orang biasa namun itu mungkin karena dia hanya menyembunyikan sifat aslinya. Sekrupnya lepas selama petualangannya?

Dia hanya punya satu solusi untuk masalah yang tak dapat dirinya pahami – meskipun ini bukan sesuatu yang Tuhan inginkan – yaitu berdoa. Selain itu, tidak ada yang bisa dia lakukan untuk itu.

Pamannya merupakan tipe orang yang bersikap jujur ​​dan sopan ketika bertemu seseorang untuk pertama kalinya. Dia juga tipe seseorang yang melontarkan kalimat klise seperti, “jika kau merindukan seorang pahlawan, maka tugas pahlawanlah untuk mengabulkan keinginanmu.”

Dia hanya bisa berharap pamannya akan melakukan hal yang sama kali ini.

Lakyus dan kawan-kawan tiba di penginapan tempat mereka diminta datangi.

Bisnis di sekitar sini sepertinya cukup buruk dan tempat itu terlihat kumuh.

Pintu-pintu penginapan dibuat dengan bagus dan sangat kokoh.

Tepat setelah Lakyus mendorong pintu hingga terbuka, Tia dan Tina mengetuk pinggangnya dua kali.

Itu merupakan sinyal baginya untuk waspada. Mereka pasti menyadari sesuatu.

Di seberang pintu merupakan meja resepsionis namun mereka tidak bisa melihat tanda-tanda bar sedang dijalankan di sini.

Itu menyiratkan tempat ini cukup terpencil sehingga tempat ini tidak dapat beroperasi sebagai sebuah bar, tetapi hanya sebagai sebuah penginapan.

Lakyus merasa semua orang telah beralih mode karena keseraman tempat ini. Mereka siap untuk pecahnya pertempuran kapan saja.

Lakyus berbicara kepada pria yang menyendiri di belakang meja.

“… Kami Blue Roses, di sini untuk bertemu dengan klien kami.”

“Pergilah ke ruangan 301. Tuan Azuth dari Red Drop sudah ada di sana.”

Apakah dia benar-benar di sini? Sudah waktunya untuk mencari tahu.

Lakyus mengucapkan terima kasih dan segera menaiki tangga di sebelah.

Penginapan itu sangat sunyi. Mereka tidak berpapasan dengan orang lain sepanjang langkahnya di sana, juga tidak mendengar suara apa pun. Apakah itu karena dindingnya memiliki sifat isolasi suara yang mengagumkan atau apakah karena penginapan itu benar-benar kosong?

Kelompok itu mencapai lantai tiga dan ternyata jumlah ruangan di lantai itu sangat sedikit. Ruangan-ruangan di lantai ini mungkin sangat besar.

Lakyus mengetuk pintu yang memiliki tanda bertuliskan 301.

“Paman, aku Lakyus!”

Setelah memfokuskan telinganya, dia samar-samar mendengar suara seorang pria di sisi lain pintu berkata, “masuk.” Volume suaranya begitu rendah sehingga dia tidak bisa memastikan apakah itu suara pamannya atau bukan.

Setelah memblokir Tia dan Tina, Lakyus mendorong membuka pintu sendiri.

Interior ruangan itu sangat berbeda dari eksteriornya.

Ruangan itu dipenuhi dengan meja kursi yang indah dan kokoh, jauh lebih mewah dari penginapan Lakyus. Sejujurnya, itu membuatnya gelisah. Penginapan ini sangat mencurigakan.

Mereka bahkan belum selesai mengamati seluruh ruangan ketika sebuah suara diarahkan pada Lakyus.

“Ah, Lakyus! Lama tidak bertemu!”

“Paman …”

Itu memang suara pamannya.

Lakyus dengan paksa membanting pintu hingga menutup asal suara pamannya.

“A-apa yang terjadi, Lakyus?”

Gagaran merupakan yang pertama berbicara.

Semua orang pasti sudah mendengar suara pamannya. Sulit baginya untuk mengatakan tidak ada yang terjadi setelah kejadian itu.

“Kawan, aku merasa harus bertemu dengan pamanku sendirian.”

“Gadis ini … Apa kau serius mengatakan hal seperti itu bahkan setelah kami datang jauh-jauh ke sini.”

Suara Evileye yang tercengang sudah bisa diduga.

Lakyus melihat ekspresi semua orang. Evileye telah mengatakannya sebagai perwakilan mereka, dia bisa mengatakan mereka semua memiliki pemikiran yang sama dari masing-masing ekspresinya.

Maka-

“Huh, kawan. Biarkan aku menjelaskannya. Pamanku merupakan seseorang yang aneh.”

“… Pemimpin Red Drop?”

Lakyus memasang ekspresi tegas seperti yang diharapkan dari seorang pemimpin dan mengangguk setelah mendengar apa yang dikatakan Tina, dia kemudian melihat ke arah yang lain. Mereka bingung, tetapi sudah lama mengenal Lakyus, mereka mengetahui dirinya berkata jujur. Setelah dia mengurai itu dari ekspresi mereka, Lakyus membuka pintu lagi.

Ada sofa beludru mengkilap di ruangan itu.

Di atasnya duduk seorang pria, seorang pria yang dikenalnya dengan baik – yaitu Azuth Aindra.

Tubuh bagian atasnya benar-benar terbuka, seseorang dapat dengan jelas melihat perutnya yang kencang dan ototnya yang mengembang. Ini bukanlah penampilan yang tepat untuk seseorang yang akan menemui kliennya, tetapi itu bukan alasan mengapa Lakyus menghentikan teman-temannya untuk maju.

Di atas tubuh Azuth, di sebelah kiri dan kanannya, ada dua wanita setengah telanjang yang memeluk dirinya.

Tidak, mereka tidak bisa disebut setengah telanjang. Dada menggairahkan mereka sepenuhnya terbuka dan meskipun mereka mengenakan pakaian dalam, itu cuma tali yang nyaris tidak menutupi apa pun.

Dari penampilan mereka, mereka terlihat seperti pelacur kelas atas.

Pakaian erotis yang kemungkinan dilepaskan beberapa saat yang lalu berserakan di lantai. Azuth memegang kedua wanita di masing-masing lengannya, tangannya terjepit di payudara mereka, menggosok-gosok mereka.

“Paman … keponakanmu dipanggil ke sini oleh klien yang sama. Tidak bisakah kau menyambutku dengan cara yang lebih tepat?” Ucap Lakyus.

Namun, tangan Azuth tidak meninggalkan payudara wanita-wanita itu saat dia terus meremasnya tanpa banyak mempedulikannya. Para wanita sepertinya benar-benar tidak keberatan dengan kelompok Lakyus tetapi hanya tanpa sadar melanjutkan dengan erangan lembut mereka.

Sikap ini jujur saja ​​membuat Lakyus sedikit marah. Jika para wanita ini dipesan oleh klien mereka, Lakyus ingin berbicara dengan mereka.

Overlord bahasa indonesia

“Naaah, kupikir kalian akan datang agak lama lagi. Uhh, akupun sebenarnya tidak melakukannya di tempat tidur, jadi mengapa itu penting?”

“Tentu saja itu penting!” Lakyus tidak repot-repot berbalik untuk memeriksa ekspresi temannya.

“…Benarkah?” Ekspresi Azuth kebingungan, namun dia tidak berhenti menggosok-gosok para wanita. “Cara berpikirmu terlalu tidak fleksibel!” Sudah menjadi sifat setiap pria menginginkan bercinta dengan wanita cantik. Anak-anakku juga mungkin akan dilahirkan dengan hadiah yang sama. Apa kau tak tahu, sangatlah penting untuk memastikan keturunan kita terus berlanjut kan?”

“Hmmm, meskipun kau sudah dewasa, mentalitas seperti ini masih tertanam dalam hatimu?”

Setelah mendengar apa yang dikatakan Evileye, Azuth memasang ekspresi tidak senang dan menatapnya. Meskipun mereka bisa merasakan tekanan dari pandangannya sendiri, tidak ada Blue Roses yang mundur. Bagi Evileye, rasanya seperti angin sepoi-sepoi. Dia melanjutkan,

“…Huh. Dari ekspresimu sendiri aku tahu itu tepat sasaran. Mereka memanggilmu pahlawan, tetapi kau tidak berbeda dengan anak-anak. Sebenarnya, mungkinkah alasan mengapa kau meninggalkan statusmu sebagai seorang bangsawan dan memilih hidup sebagai seorang petualang justru karena sifatmu yang seperti itu…? Bagaimanapun, ini bukan sikap untuk menerima klienmu. Nona-nona, pergilah.”

“—Apa-apaan dengan anak ini?”

Wanita yang berbaring di sebelah kanan menatap Evileye.

“Huh, sungguh merepotkan. Hei, Aindra… Apakah ruangan di sebelah situ masih kosong?”

Evileye menunjuk ke arah pintu yang bukan diarah koridor.

“Ahhh. Itu kamar tidur, aku sudah memeriksanya.”

“Begitukah? Lalu suruh mereka ke sana.”

“Ada apa dengan anak ini? Apa yang dia coba lakukan?” Wanita di sebelah kiri itu menatap Evileye dengan ekspresi marah. “Saat ini jangan bertingkah sombong dan sok kuat, kau hanya anak nakal yang bahkan tidak berani menunjukkan wajahmu.”

“…huh. [ Charm Person ]. Pergilah.”

“Ah, ya. Saya mengerti.”

Wanita di sebelah kiri segera berdiri, membuat wanita di sebelah kanan merubah ekspresinya menjadi terkejut dengan mulut terbuka lebar—

“Kau juga. Jangan lupakan pakaian kalian di lantai.”

Sebelum wanita itu bisa menjawab, [ Charm Person ]-nya sudah dilemparkan. Para wanita patuh berjalan menuju kamar di dekat mereka.

Azuth cemberut dan mengangkat bahunya. Dari sudut pandang seorang petualang, apa yang telah dilakukan Evileye tidak berbeda dengan seseorang yang menarik pedang mereka, namun dia kelihatannya tidak menyalahkannya karena hal itu. Meskipun dia tidak mau mengakuinya, Evileye kelihatannya cukup toleran dalam hal itu.

“Siapa mereka?”

“Kami dahulu dilatih untuk melakukan sesuatu seperti itu juga. Wanita yang tidak berbakat dalam kekuatan mentah atau bakat misterius hanya bisa menggunakan senjata feminitas mereka. Meskipun Gagaran tidak bisa dihitung, aku masih akan menjelaskan metode mereka. Pertama-”

Evileye mengabaikan penjelasan Tia dan berbicara kepada Lakyus sebagai gantinya.

“Akan merepotkan jika itu tidak dilakukan. Yah, aku tidak akan mengganggumu dengan topik ini lagi. Tanyakan saja apa yang kau inginkan.”

“Terima kasih, Evileye. Sekarang … haaaah …” dia sudah kelelahan sebelum dia mengucapkan sepatah kata pun, “Lalu, paman, klien kita kali ini sangat mencurigakan. Siapa mereka?”

“Hmm? Oy oy, kau datang ke sini tanpa mengetahui tentang mereka? Hmm, mereka seseorang dengan latar belakang organisasi besar, mungkin.”

“Mungkin? Omong-omong, apakah mereka seseorang yang kau kenal?”

“Aku belum pernah menemui mereka secara langsung. Jika mereka memiliki sopan santun, mereka akan memberitahuku nama mereka. Hmmm, jika mereka bermaksud menyembunyikan identitas mereka, maka—” Azuth tersenyum, “mereka pasti seseorang yang mencurigakan. Jadi, apa yang akan kau rencanakan?”

“Apa maksudmu dengan apa yang aku rencanakan?”

“Jika kalian ingin pergi— tinggalkan tempat ini, kau bisa menggunakan jalan yang sudah aku rencanakan.”

“Kami tidak bermaksud pergi.”

Lakyus merasakan pandangan semua orang padanya.

“… Pfff. Pikirkan itu. Tentara Sorcerer King telah membunuh setiap penduduk sipil di sepanjang jalan menuju ke sini dan juga meruntuhkan kota-kota. Untuk berpikir jika ibukota akan berbeda, bukankah kau terlalu naif?”

“Kalau begitu, paman, mari kita bertarung bersama!”

“Tidak mungkin. Karena aku tidak mengkonfirmasi kekuatannya secara langsung, aku tidak bisa mengatakan dengan pasti. Tapi jika rumornya benar, aku— kita tidak bisa menang melawan pria itu. Hanya monster yang bisa melawan monster itu, tidaklah bijaksana seorang manusia untuk menanganinya.”

Azuth menghela nafas dengan lelah. Lakyus belum pernah melihat pamannya seperti ini.

“… Aku tahu ini buang-buang waktu, itu sebabnya aku tidak membawa sisa tim. Aku juga menyuruh saudaraku untuk melarikan diri.”

“Tapi … tidak ada yang melakukannya kan?”

“Haaah. Banyak sekali … idiot. Tetapi, dia memang menempatkan anaknya di bawah pengawasanku. Mereka dibawa oleh teman-temanku menuju Council-State dan mungkin sudah sampai di sana.”

Sama seperti emosi yang rumit muncul dalam hati Lakyus, Tia dengan gugup berkata, “bos”. Pada saat yang sama, suara seorang pria datang dari koridor, “Kalian semua tepat waktu!”

Tiga orang yang berdiri di dekat pintu, Tia, Tina, dan Gagaran, terlihat terdorong oleh kekuatan tak terlihat ke dalam ruangan. Seorang pria dan seorang wanita mengikuti mereka.

Orang terdepan yang berjalan masuk merupakan seorang pemuda.

Sepuluh jarinya dihasi cincin. Senyum lembut bersinar dari wajahnya.

Di belakangnya merupakan wanita yang terlihat kelelahan. Pakaiannya longgar dan dia berjalan dengan cara yang mengatakan dirinya tidak ingin berjalan sedikitpun. Sebuah topi yang luar biasa besarnya berada di kepalanya, menutupi sebagian besar wajahnya.

Lakyus meningkatkan kewaspadaannya.

Teman-temannya ditekan pada tingkat biologis – yaitu, dari kekuatan mentah saja. Kedua pengunjung itu mampu membuat Lakyus, petualang peringkat Adamantite yang terkenal di dunia merasakan ketakutan yang tak bisa di ungkapkan.

Namun, begitu seseorang di belakang mereka muncul, suasananya berubah lebih dari sebelumnya.

Tubuh raksasa pria itu perlahan menyelinap masuk ke dalam ruangan. Panampilannya layaknya barbarian pemakai kampak. Tekanan kuat dan luar biasa berasal darinya yang membuat mereka merasa seolah-olah ruangan di sekitar mereka terdistorsi.

Kedua orang di depan mereka memang kuat.

Tetapi, pria itu jauh lebih kuat dari mereka berdua.

Lakyus tidak bisa bergerak, seolah-olah dia sedang mati lemas.

Sebagai petualang peringkat Adamantite, dia telah mengalahkan banyak monster dan demihuman kuat namun mereka semua tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pria ini. Dia bahkan mungkin lebih kuat dari iblis pemakai tengkorak yang muncul selama serangan Jaldabaoth.

Pria itu mungkin merupakan pengawal dari keduanya.

Seseorang sekuat mereka, jika mereka bukan milik organisasi manapun, pasti akan menyebabkan tersebarnya desas-desus tentang mereka. Jika itu masalahnya, apa yang ada di belakang mereka pastilah sebuah organisasi tingkat nasional yang sangat besar untuk dapat menyembunyikan informasi tentang mereka sepenuhnya.

“…Keputusan kita benar untuk membawa perlengkapan.”

“… setiap orang dari mereka lebih kuat dari kita.”

“Haaah. Aku tidak ingat pernah mendengar tentang orang-orang seperti mereka di dalam Kingdom.”

“Oy oy oy, kau sudah terlambat jadi jangan berkeliling menyebarkan aura berbahaya itu. Apakah manajemen menyuruhmu melakukannya? Lakukan sesuatu yang membosankan ini?”

Azuth mengejek keberatan pada wanita itu,

“Untuk membawa pelacur, benar-benar mengesankan, pak tua. Ini bukan hotel cinta~”

Azuth langsung membalasnya,

“Hmph, tempat ini merupakan alasan tepat mengapa aku memanggil mereka, aku ingin kalian semua menjadi jijik sepertiku.”

“Che-” Wanita itu menggertakkan giginya saat dia membuat ekspresi yang sulit untuk dilihat.

Dia tidak keberatan dengan apa yang dikatakan Azuth, artinya penginapan ini memang terhubung dengan mereka. Hanya ada dua kerajaan yang memiliki kemampuan untuk mendirikan organisasi tingkat nasional. Salah satunya Council-State, satu lagi Tehocracy.

Yang terakhir jauh lebih mungkin.

“Baiklah, jika kalian semua akan mengakhiri ini sekarang, aku akan sangat senang.”

“Quie-chan … huh, Quie-chan yang memimpin kali ini jadi aku akan mendengarkanmu.”

Setelah dimarahi oleh pria itu, wanita itu memaksa dirinya untuk mengangkat bahu dan mengangguk.

“Azuth-sama benar sekali. Anda meluangkan waktu anda yang sibuk untuk bertemu dengan kami namun kami malah datang terakhir. Saya meminta maaf kepada kalian orang-orang terhormat sekalian.”

“Hmph.”.

Azuth mencibir sedikit, namun senyum pria itu tidak pernah goyah.

“Maka, maaf atas keterusterangan saya – mari kita bahas topiknya, Azuth Aindra-sama dan anggota Blue Rose yang hadir,”

Lakyus menyipitkan matanya.

Pamannya telah meninggalkan gelarnya sebagai seorang bangsawan, tetapi karena dia masih mempertahankan gelar sebagai knight kehormatan, etiket yang tepat harusnya dirinya disebut dengan nama lengkapnya. Namun, Azuth merupakan tipe yang tidak suka dipanggil dengan nama lengkapnya.

Mereka yang bertemu dengannya untuk pertama kali dan ingin membangun hubungan baik akan jatuh ke dalam perangkap ini.

Namun pria ini, berhasil menghindarinya. Ini berarti pria ini telah melakukan penyelidikan menyeluruh, tidak, mungkin lebih akurat untuk dikatakan orang-orang di belakang pria ini yang telah melakukan penyelidikan.

“Lakyus Alvein Dale Aindra-sama. Evileye-sama. Tia-sama. Tina-sama. Gagaran-sama. Kami di sini bermaksud membujuk kalian untuk bergabung dengan pihak kami. Meskipun berjuang sampai nafas terakhirmu di sini merupakan pilihan yang terhormat, kami memohon semua orang di sini untuk mempertimbangkan masa depan.”

“Ugh. Orang yang tidak sopan. Jadi, kerajaan mana yang mengirimmu?”

“Tidak masalah dari kerajaan mana kami berasal. Ini semua hanyalah—“

Tiba-tiba, sebuah tangan muncul dari belakang wanita itu dan menutup mulutnya.

“Tidak mungkin!”

Tia dan Tina menarik senjata mereka karena terkejut.

Di belakang wanita itu berdiri seorang pria mengenakan pakaian aneh. Seluruh tubuhnya, termasuk wajah dan tangannya, tertutup. Plate logam melapisi pakaiannya agar pertahanannya lebih baik.

“Tidak bagus, dia assassin di luar liga kita.”

“Tidak bagus, dia jauh lebih kuat dari kita.”

Keduanya merupakan assassin terkuat – paling ganas – yang diketahui Lakyus, tetapi pria ini lebih kuat dari mereka berdua.

“Tolong jangan khawatir dan tolong sarungkan senjata kalian. Jika tujuan kami adalah kematian kalian, kami tidak akan memperkenalkan diri dengan metode sepele seperti itu.”

Pria itu benar. Untuk memasuki ruangan ini dengan cara yang tidak bisa dideteksi oleh para petualang berperingkat Adamantite itu termasuk penggunaan kemampuan yang mampu sepenuhnya menyembunyikan diri sendiri. Mengungkap diri dengan cara bodoh seperti itu menyiratkan dirinya tidak ada di sana untuk membunuh mereka.

Atau mungkin ini juga bagian dari strategi mereka. Mereka mengingatkan para petualang Kingdom jika tidak bergabung dengan pihak mereka, assassin yang luar biasa kapanpun dapat menghabisi para petualang Kingdom di ruangan ini.

“Juga, untuk masalah ucapan teman saya yang sedikit tidak pantas, saya benar-benar meminta ma—”

“—Oy oy. Apa gunanya kalian menyembunyikan kenyataan itu? Kalian berasal dari Theocracy kan?”

“Apakah mereka benar-benar dari Theocracy…? Aku tidak percaya orang-orang seperti ini ada di sana.”

Kata Evileye yang terkejut. Lakyus sama terkejutnya.

Mereka telah bertarung melawan unit yang membakar desa demihuman di masa lalu dan mereka kuat. Terutama kapten unit itu, yang lebih kuat dari Lakyus pada waktu itu. Namun, tidak ada seorang pun dari unit itu yang sekuat orang-orang di depan mereka.

“Kau tidak tahu? Kupikir kalian setidaknya telah mendengar desas-desus tentang mereka… mereka merupakan kebanggaan Theocracy, unit pahlawan mereka, Black Scripture. Kemungkinan mereka semua telah mencapai ranah para pahlawan.”

Azuth melihat ke arah barbarian.

Pria itu memasang senyum yang seharusnya dimiliki binatang buas sebelum dia memakan mangsanya.

“Hahahaha … Sepertinya kau tahu sedikit tentang kami. Tapi, tidakkah kau juga memilikinya? Seseorang sepertiku, atau bahkan lebih kuat dariku?” Dia menunjuk ke arah Evileye, “Evileye dari Blue Rose. Kau seseorang yang sulit dihadapi.”

Namun sikapnya tidaklah seperti mengakui kekalahan, melainkan, ekspresinya mengatakan kepada mereka dirinya memandang Evileye setara dengannya.

“… Hmph. Ada orang yang lebih kuat dariku … Hmm … selain iblis, dari semua manusia dan demihuman, hanya Momon-sama yang lebih kuat.”

“Hanya Momon? Hmmm…”

Si barbarian bergumam pada dirinya sendiri sementara senyum tipis terbentuk di wajahnya, dan tidak mengatakan apa-apa lagi.

“Sekali lagi kutanya. Orang-orang dari unit rahasia Theocracy. Kenapa kalian tidak bertarung bersama kami melawan Sorcerer King?”

“Mungkin wanita itu juga… tidak, itu …” Evileye terus bergumam pada dirinya sendiri, tetapi Azuth mengabaikannya dan bertanya pada pria itu, yang menjawab dengan senyumnya yang tak tergoyahkan.

“Menerima undangan dari kalian para orang-orang terhormat merupakan suatu kehormatan bagi kami semua. Namun, kami berada di sini dalam misi kilat untuk meyakinkan kalian para orang-orang terhormat untuk bergabung dengan kami. Itulah sebabnya kami hanya dapat memilih untuk secara seremonial menolak saran anda. Lagipula, tentara yang berpartisipasi dalam pertempuran karena keinginan egois mereka sendiri hanya akan membahayakan organisasi mereka.”

“Mencoba menggunakan perintahmu sebagai kambing hitam, begitu ya. Tetap saja, aku tertarik untuk mendengar pendapat pribadi kalian.”

“Sungguh membosankan – Bukankah banyak hal yang lebih sederhana jika kita hanya mengikuti perintah atasan kita?”

Kata wanita yang kesal itu. Senyum pria itu memudar ketika digantikan dengan ekspresi bermasalah.

“Aku bertaruh kau merupakan tipe orang yang menganggap proses berpikirmu sendiri itu menyebalkan.”

“Itu benar. Selama aku menjalankan perintahku, tanggung jawab untuk itu akan selalu menjadi tanggung jawab atasanku. Terlalu menjengkelkan untuk memikul tanggung jawab sendiri, jadi aku tidak peduli dengan itu. Aku cukup pandai dalam mengalihkan tanggung jawab kepada orang lain, aku bahkan menerima pujian untuk itu~”

“Mereka tidak memujimu.”

Si barbarian berbisik seperti gumaman.

“Hehe. Lalu, Aindra-sama … maaf. Azuth-sama, kami mengerti apa yang anda maksud. Jadi, bagaimana dengan anggota Blue Rose?”

“Sebelum itu, bisakah kami mengajukan pertanyaan? Bagaimana kami bisa melarikan diri dari sini?”

“Saya akan memberitahu kalian caranya setelah kalian bergabung dengan kami. Ngomong-ngomong, kami telah memperluas tawaran ini ke banyak kelompok petualang lainnya dan mereka semua telah menerimanya. Kelompok-kelompok itu telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman agar tidak terlibat.”

“… Oy. Apakah kalian menggunakan kekerasan atau ancaman untuk memaksa mereka bergabung padamu?”

Seperti yang dikatakan Gagaran, jika seseorang sekuat mereka mengancam orang lain, akan sulit bagi mereka untuk menolak.

“Dari lubuk hati kami yang terdalam, kami sangat menginginkan berkawan dengan kalian semua. Ini merupakan kerja sama untuk masa depan kita – untuk masa depan umat manusia.”

Pria itu sepertinya tidak berbohong sama sekali, kepribadiannya mungkin merupakan alasan mengapa dirinya terpilih menjadi negosiator.

“…Aku menolak.”

Lakyus bahkan tidak punya waktu untuk meminta pendapat orang lain sebelum Gagaran menjawab.

“Tidak perlu untuk ‘aku’ … kami semua akan mengikuti keputusan pemimpin.”

Teman-temannya mulai mengangguk setuju setelah mendengar apa yang dikatakan Gagaran.

“Benarkah…? Sepertinya tidak ada yang bisa saya katakan akan mempengaruhi pendapat kalian. Sepertinya saya kehabisan pilihan.”

Pria itu menerima penolakan mereka dengan santai. Lakyus menurunkan postur tubuhnya kalau-kalau dia terpaksa bertarung.

Setelah melihat apa yang telah dilakukan Lakyus, pria itu tersenyum masam.

“Tolong, tidak perlu khawatir, Lakyus-sama. Kami tidak berencana menggunakan kekerasan. Kami berharap semua orang di sini bisa membalas dendam kepada mereka yang telah dibunuh Sorcerer King. Kami telah meninggalkan bayaran untuk permintaan ini di meja resepsionis, mohon diterima sebelum anda kembali. Maka – kami akan berada di jalan kami.”

Setelah pria itu memberi perintah, orang-orang Theocracy mulai berjalan menuju pintu keluar. Sepertinya semuanya telah selesai dengan damai. Tepat ketika Lakyus menghela nafas lega, Azuth memanggil pria itu,

“Oy, ngomong-ngomong … Tuan yang bernama Rufus atau Roof-Ass, apakah dia masih baik-baik saja?”

“Ru …? Saya sangat menyesal. Kerajaan kami mencakup wilayah yang luas maka dari itu saya tidak mengetahui siapa yang anda maksud… Jika anda bisa sedikit lebih spesifik—”

“—Ah, benarkah begitu. Kukira itu wajar bagi orang-orang di peringkatmu untuk tidak mengenal namanya. Jadi, bagaimana kalian biasanya mengatasi undead itu? Milord atau sesuatu?”

Setiap anggota Black Scripture terpana dan kemudian dipenuhi dengan kebencian. Seluruh ruangan tiba-tiba dipenuhi dengan aura haus darah yang membuat mereka merasa seolah-olah pertempuran akan pecah kapan saja. Pria itu merupakan yang pertama bergerak.

Dia mengulurkan kedua tangannya untuk menghentikan orang-orang di belakangnya.

“Quie-chan. Kenapa? Apakah kita tidak membunuh mereka?”

Pria itu menatap Azuth dengan mata dingin dan tidak bergerak dan dengan tenang menjawab wanita itu,

“Dia menggertak. Jangan bertindak atas kemauanmu sendiri. Ini perintah.” Nafsu haus darah yang terpancar dari mereka menghilang secepat kemunculannya. Tatapan bermata dingin pria itu tetap pada Azuth, “… meskipun saya sangat ingin tahu sejauh mana pengetahuan anda tentang masalah ini… Saya akan melaporkan ini kepada atasan saya. Semuanya, ini saatnya bagi kita untuk pergi.”

Para anggota Black Scripture tidak menurunkan kewaspadaan ketika mereka berjalan keluar ruangan tetapi mempertahankan sikap jika kelompok Lakyus akan mengambil tindakan apa pun, mereka akan membalas dengan cara yang sama.

Setelah beberapa saat, sesudah Lakyus yakin Black Scripture telah pergi, dia mulai mengomel pada Azuth.

“Paman … kau yang terlemah dari kita semua. Tolong berhenti memprovokasi orang lain.”

“Hah …? Memang, itu cukup berbahaya. Aku tidak berharap mereka memusuhi kita sampai sejauh itu. Jika bukan karena lelaki dengan senyum palsu itu, aku pasti sudah mati. Mereka mungkin sedang memikirkan sesuatu, ‘daripada mengotori tangan kita sendiri, itu akan lebih bermanfaat jika kita membiarkan Sorcerer King mendapatkan isinya terlebih dahulu sebelum sebelum mengambil bagian kita’ atau sesuatu seperti itu. Meski aku ragu kita layak mendapat pertimbangan semacam itu.”

Lakyus dengan sengaja mengarahkan keluhannya ke arah Azuth, yang tertawa keras.

Benarkah itu masalahnya?

Pamannya mengungkapkan kepada Black Scripture dirinya memiliki semacam informasi penting tentang Theocracy, tidak akan aneh bagi mereka untuk membunuhnya supaya mencegah informasi itu masuk ke tangan Sorcerer King. Kemungkinan hasil lainnya adalah mereka menculiknya untuk menginterogasinya atau menggunakan sihir yang bisa mengeluarkan informasi itu dari dirinya.

Akar permasalahannya adalah mengapa pamannya membiarkan Theocracy mengetahui dirinya memiliki informasi semacam itu. Jika dia tidak melakukannya, percakapan itu akan berakhir dengan tidak ada lagi yang terjadi.

Kenapa dia sengaja meresikokan dirinya sendiri?

Azuth bukanlah seseorang yang tidak bisa melihat suatu rencana yang lebih besar. Karena memang itu masalahnya, pasti ada sesuatu di balik layar yang tidak diketahui Lakyus.

Dia tidak akan mendapat jawaban dari memikirkannya sendiri. Lakyus menghentikan kereta pikiran yang tidak berguna itu.

“Demi Tuhan… Jadi, apa yang paman rencanakan selanjutnya?”

“Hah? Aku berencana untuk menunggu sampai pasukan Sorcerer King menuju ke sini. Anak laki-laki besar di sana sepertinya berencana mengirim tentara ke wilayah tetangga untuk membuat pasukan. Sejujurnya, aku tidak berpikir mereka memiliki kesempatan untuk menang. Sorcerer King dan bawahannya akan datang ke sini cepat atau lambat… kau tidak cukup kuat untuk bertukar pukulan dengannya, lari saja.”

Dia telah memperjelas niatnya.

“Meski begitu, aku tidak akan meninggalkan kota ini untuk melarikan diri. Paman…”

Jika ada sesuatu yang bisa mengalahkan Sorcerer King, itu bukan serangan tentara, melainkan tikaman seorang assassin. Justru karena itu, Lakyus harus mengepalkan giginya dan hanya menyaksikan gelombang manusia dikirim untuk bertahan melawan serangan Sorcerer King.

“Jika kau ingin mengundangku untuk bertarung bersamamu, aku menolak. Aku punya rencana sendiri.”

“Benarkah?”

“Ya. Aku akan melakukan yang terbaik, dan kau harus melakukan yang terbaik. Namun, demi keponakan manisku, aku akan mengulanginya lagi. Yang terbaik bagi kalian semua adalah melarikan diri. Kalian semua bukan apa-apa di hadapan kekuatan Sorcerer King.”

“… hmph, apa artinya itu? Apakah kau mencoba mengatakan peluang kemenanganmu lebih tinggi dari kami?”

Menghadapi pertanyaan Evileye, Azuth tertawa seolah dia tidak punya jawaban untuk itu.

“Memang, bahkan aku tidak bisa menang melawan Sorcerer King. Aku hanyalah manusia biasa. Tapi, bahkan jika Sorcerer King mengepung seluruh ibukota, aku sendiri masih bisa melarikan diri.”

Azuth berdiri.

“Baiklah, aku akan pergi ke ruangan lain untuk menggerakan pinggulku, apa yang akan kalian lakukan?”

Lakyus menyadari apa yang dimaksud pamannya dan mengerutkan alisnya.

“Kami akan kembali. Lagipula, masih ada sesuatu yang perlu kami persiapkan.”

Lakyus mengucapkan selamat tinggal pada pamannya dan menuruni tangga dengan hati-hati bersama anggota kelompoknya yang lain. Mereka mengambil upah mereka di lantai pertama dan meninggalkan penginapan. Black Scripture tak terdeteksi sedang menunggu melakukan penyergarapan.


Pada jarak yang jauh dari ibukota yang rata-rata membutuhkan waktu tiga hari bagi para pelancong untuk menyeberang, pasukan Sorcerous Kingdom sudah bisa terlihat. Laporan ini mendarat di tangan Zanac. Untuk menerima serangan tentara Sorcerous Kingdom, seluruh pasukan Kingdom telah dikerahkan di bawah komando Zanac.

Di dataran yang berjarak sekitar setengah hari untuk mengerahkan pasukan keluar dari ibukota, pasukan Kingdom telah membentuk formasi pertahanan awal setelah menerima berita Sorcerus Kingdom sedang menyerbu dari barat. Menurut rencana pertempuran mereka, mereka harus menunggu pasukan Sorcerus Kingdom di sana.

Formasi pertahanan awal disusun disepanjang jalan yang akan pasukan Sorcerous Kingdom lalui. Jika pasukan Sorcerous Kingdom melanjutkan lintasan lurus mereka saat ini, ini akan menjadi yang paling efektif. Namun, jika Sorcerous Kingdom mengubah arah lintasan mereka, akan ada kebutuhan untuk membentuk formasi baru. Meskipun mereka khawatir tentang kemungkinan itu, semua laporan menunjukkan Sorcerous Kingdom telah bergerak langsung ke arah mereka. Sepertinya mereka tidak perlu khawatir tentang kemungkinan itu menjadi kenyataan.

Namun tidak ada yang bersukacita karenanya.

Tentara Kingdom yang akan menghadapi pasukan Sorcerous Kingdom kali ini terdiri dari retribusi dari para bangsawan tetangga, milisi ibukota, dan orang-orang berbadan sehat yang direkrut dari para pengungsi. Tidak salah menyebut tentara ini sebagai harapan terakhir Kingdom.

Secara total, ada lebih dari 400.000 orang.

Untuk membentuk pasukan sebesar itu merupakan sesuatu yang layak dipuji, namun kenyataannya mereka merupakan sekumpulan orang yang tidak berguna di medan perang. Tidak banyak yang memiliki peralatan layak, kebanyakan bersenjatakan pemukul.

Bahkan di bawah situasi ini, semangat juang mereka tinggi. Namun, alasan untuk itu murni karena mereka memiliki jiwa binatang yang terpojok. Mereka tahu sejauh mana kekejaman yang ditunjukkan Sorcerous Kingdom dan karenanya mengangkat senjata melalui kekuatan keinginan untuk melindungi apa yang mereka sayangi. Jika keberanian mereka entah bagaimana hancur, pasukan Kingdom pasti akan segera runtuh.

Ukuran pasukan merupakan sebuah senjata dan penyemangat pasukan itu sendiri, barisan panjang tentara saja mengeluarkan tekanan luar biasa tanpa mereka melakukan apa-apa. Jadi, untuk tujuan apa tentara Sorcerous Kingdom bergerak langsung menuju pasukan dengan total 400.000 ini?

Bahkan mereka yang tidak terlalu ahli dalam strategi pertempuran akan mengetahui menghadapi pasukan sebesar itu bukanlah strategi terbaik. Bagi Sorcerous Kingdom, strategi terbaik mereka merupakan ‘tidak melakukan apa-apa’. Pasukan mereka seluruhnya terdiri dari undead, yang tidak memerlukan perlengkapan sama sekali. Sebagai perbandingan, kekuatan 400.000 Kingdom itu mirip dengan binatang raksasa namun kelaparan. Selama pasukan Sorcerous Kingdom berhasil mengepung seluruh musuhnya dan memberikan tekanan ke dalam, binatang raksasa ini akan segera mati karena kelaparan.

Namun pasukan Sorcerous Kingdom bergerak dalam lintasan lurus, menghancurkan segala sesuatu di jalan mereka. Dia sangat mengetahui gambaran lebih besar kelicikan Sorcerer King, maka sulit membayangkan mereka telah melakukannya benar-benar tanpa tujuan.

Sorcerous Kingdom sangat percaya diri pada kemenangan yang akan mereka raih.

Untuk sesuatu seperti Sorcerous Kingdom, ini bukanlah perilaku ceroboh. Bagi mereka yang bisa mengalahkan 200.000 pasukan dengan satu mantra, pasukan mereka ini bisa dihancurkan hanya dengan menggunakan dua mantra.

Tentu saja, Zanac, sebagai jenderal, tidak mau mempercayai itu bisa terjadi. Namun, orang-orang, terutama bangsawan, yang mempercayai gagasan itu juga bukan minoritas.

Dia mengerti mengapa mereka menyarankan agar pasukan mereka harus dipecah menjadi kelompok-kelompok kecil. Meskipun mereka bisa kalah satu per satu, mereka juga menghindari kemungkinan seluruh pasukan mereka dimusnahkan menggunakan satu mantra.

Tetapi mereka tidak bisa melakukan itu.

Karena kekalahan telak yang mereka alami selama pertempuran di dataran Katze serta invasi saat ini oleh Sorcerous Kingdom, tidak banyak bangsawan yang memiliki keterampilan untuk memimpin sejumlah besar tentara dan kavaleri yang tersisa. Memecah pasukan mereka tidak akan menciptakan pasukan yang lebih kecil, pasukan 400.000 tentara ini tiba-tiba akan berubah menjadi 400.000 rakyat jelata.

Justru karena mereka memiliki banyak orang ini berkumpul – maka banyak kawan seperjuangan – di satu sisi seseorang memiliki keberanian untuk menghadapi Sorcerous Kingdom.

Saat ini mereka telah menjaga formasi ini selama dua hari.

Banyak waktu telah dikorbankan untuk menyiapkan orang sebanyak ini.

Setelah kedua belah pihak telah menyusun formasi mereka, pasukan Sorcerous Kingdom telah mengambil sikap sombong yang mengatakan dengan keras dan jelas, “kami memberi kalian cukup waktu untuk mempersiapkan diri”.

Pasukan mereka berjumlah sekitar 10.000, terdiri dari 3-4 jenis undead. Ini merupakan angka yang sangat kecil di hadapan 400.000 orang. Namun, dalam hal kekuatan individu, pasukan Sorcerous Kingdom tidak diragukan lagi memiliki keuntungan luar biasa dibanding mereka.

“Yang Mulia.”

“Aku tahu.”

Zanac memberi balasan segera kepada menteri urusan militer.

Gerakan menteri kaku, hampir lucu kadang-kadang, karena tidak terbiasa dengan armor yang dikenakannya. Tetapi, Zanac pun tak pantas mengatakannya.

Dia mengenakan apa yang dulunya armor yang dikenakan Gazef, salah satu harta Kingdom. Zanac tahu itu sama sekali tidak cocok untuknya, dia jauh dari kelas Gazef.

Tapi, Zanac berterima kasih atas armor sihir ini.

Beberapa hari terakhir ini, Zanac melangsingkan dirinya karena kebiasaan makannya yang membuat stres. Jika bukan karena sifat enchant dari armor, dia harus meminta blacksmith untuk menambah satu inci daerah pinggang armornya.

“Bawa kudaku!”

Sebuah kuda dibawa ke tenda besar Zanac oleh seorang knight yang mengikuti perintahnya.

Zanac butuh sedikit usaha untuk menaiki kuda kesayangannya, yang tidak terlihat cocok untuk Zanac. Dia tidak membawa pengawal bersamanya saat dia berkuda dari tenda dan menuju pasukan Sorcerous Kingdom.

Bahkan jika dia membawa pengawal, jika Sorcerer King ingin membunuhnya, pengawal akan sama sekali tidak berguna. Mereka sama sekali tidak bisa berfungsi sebagai perisainya.

Itulah mengapa mengendarai solo secara efektif menunjukkan keberanaiannya untuk orang-orang yang melihat. Jika dia terbunuh saat mengendarai solo, itu akan merusak citra publik Sorcerer King.

{Pahlawan Re-Estize … sebutan yang sangat bagus}

Zanac mencapai titik tengah antara kedua pasukan tanpa hambatan sama sekali. Dia mengaktifkan magic item untuk memperkuat suaranya.

“Aku adalah pangeran Re-Estize Kingdom, Zanac Valleon Igana Ryle Vaiself! Aku ingin berbicara dengan Yang Mulia Sorcerer King!!”

Zanac tidak berencana untuk berperang melawan Sorcerer King. Banyak hal telah sampai pada titik di mana itu sama sekali tidak berarti.

Dia hanya ingin mencari tahu proses pemikiran seperti apa yang akan menuntun Sorcerer King untuk melakukan apa yang telah dia lakukan.


Ainz mengamati formasi garda depan pasukannya dari tenda terpal tiga sisi. Karena kenyataannya pasukan Sorcerous Kingdom terdiri dari undead yang tidak membutuhkan makanan, garda depan yang mereka bentuk jauh lebih kecil daripada yang dimiliki pasukan konvensional.

Dari perspektif obyektif, tidak perlu membangun garda depan sama sekali dan beberapa orang bahkan menyarankan ini kepadanya. Namun, Ainz percaya menyusun garda depan juga merupakan pengalaman berharga untuk didapatkan.

Sebenarnya, dari beberapa formasi garda depan yang telah mereka bentuk, yang ada di depannya saat ini jauh lebih kuat daripada yang mereka miliki di awal.

Pada awalnya, formasi-formasi garda depan ini dibentuk dengan bantuan sihir Mare, tetapi karena alasan tertentu, Mare telah terdegradasi untuk hanya menonton para tentara membentuk formasi di sisi Ainz.

Aura juga memperhatikan para tentara di sampingnya, tetapi kelihatannya dia hanya mengamati pelayannya sendiri.

Tidak masalah apakah itu garda depan atau tendanya, sihir selalu dapat menghasilkan hasil dengan kualitas yang lebih tinggi. Namun, karena alasan yang sama seperti di atas, Ainz telah memesan tenda ini yang saat ini digunakan sebagai markas bergerak mereka untuk diangkut ke lokasi ini melalui sarana fisik.

{Mungkin ide yang bagus untuk menyerahkan semua tugas teknik sipil di masa mendatang pada Mare.}

Di antara populasi Sorcerous Kingdom, ada banyak ras demihuman dan heteromorph yang mahir menggali terowongan. Itu akan menjadi ide yang bagus untuk membuat mereka bekerja dibawah Mare. Bisa dikatakan, Albedo atau orang lain mungkin juga punya ide ini dan sudah mulai bertindak. Jika seseorang telah melakukannya, maka dokumentasi yang relevan untuk ini seharusnya sudah dibaca oleh Ainz. Ada kebutuhan baginya untuk menanyakan Albedo tentang hal ini secara tidak langsung nanti.

Apakah dia tak mau mengatakannya? Albedo, yang seharusnya bekerja keras untuk membangun formasi, telah kembali dengan Cocytus.

“Ainz-sama. Sepertinya manusia telah mengirim utusan. Bagaimana kita akan menanggapinya?”

“Bukan utusan untuk menyatakan dimulainya pertempuran? Siapkan pertemuan… Siapkan minuman untuk menghormatinya juga.”

Ketika Albedo mulai menyiapkan meja, kursi, dan semacamnya, seorang pria yang mengenakan full-plate armor dengan menunggang kuda memasuki garis pandang Ainz.

Ainz mengenali armor yang dikenakan oleh pria itu.

{Itu… Kupikir itu armor Gazef Stronoff. Apakah pria ini Vice-Warrior Captain? Dia sangat berbeda dari deskripsi yang aku dengar.}

Utusan itu berhenti di antara kedua pasukan dan mulai meneriakkan kata pengantar.

“Aku adalah pangeran Re-Estize Kingdom, Zanac Valleon Igana Ryle Vaiself! Aku ingin berbicara dengan Yang Mulia Sorcerer King!!”

Dia bisa mendengarnya dengan jelas bahkan dari jarak ini. Dia pasti menggunakan suatu jenis magic item.

“Apa yang harus kita lakukan, Ainz-sama? Jika dia tidak di sini untuk menyatakan dimulainya pertempuran maka itu akan membuang-buang waktu untuk berbicara dengannya. Haruskah kita memulai pertempuran seperti ini?”

“Tidak,. Albedo. Kita. Tidak. Bisa. Melakukan. Itu. Lawan. Berkeinginan. Untuk. Melakukan. Pertempuran. Akal. Dengan. Ainz. Sama,. Jika. Kita. Menolaknya. Itu. Akan. Mencerminkan. Kesan. Negatif. Pada. Orang. Orang. Tentang. Kemurahan. Hati. Ainz. Sama.”

“Seberapa besarnya nilai rumor itu?” Albedo mencibir, “Mereka semua sekumpulan orang yang akan mati, memangnya darimana rumor itu bisa terdengar?”

Ainz tidak terlalu tertarik pada pertempuran akal atau apa pun itu, pasti keluarga kerajaan ini tidak akan kalah darinya dalam hal lain selain kecakapan tempur. Tetap saja-

“Albedo. Sudahkah kau lupa? Tentang kemungkinan rumor itu bisa disebarkan melalui sihir?”

“… Saya benar-benar minta maaf.”

“Hmm … kalau begitu aku akan pergi. Keluarga kerajaan dari musuh kita datang sendiri. Jika aku tidak melakukan hal yang sama, itu tidak akan mencerminkan kebaikan kita.”

“Apakah anda yakin itu akan baik-baik saja? Ainz-sama.”

“Aku tidak punya ide. Aura, jika aku dicuci otak atau pikiranku dikendalikan, kau harus menggunakan World Class Item untuk melindungiku.”

World Class Item Ainz yang biasanya ada di penyimpanan Nazarick, jadi jika Aura menggunakan [ Depiction of Nature and Society ] padanya, dia akan terperangkap di dalamnya. Dengan cara ini, bahkan jika dia dicuci otak, mereka tidak bisa menculiknya menggunakan teleportasi atau metode serupa lainnya.

“Saya mengerti!”

“Umu,” Ainz menjawab Aura dan meninggalkan formasi menunggangi Soul Eater. Perlu dicatat setelah Ainz berlatih menunggang kuda, dia terlihat cukup bagus saat melakukannya. Namun, karena dia tidak terlalu ahli dalam hal itu, untuk mencegah membuat kesalahan di depan dua pasukan, Ainz masih memilih untuk menunggangi Soul Eater agar lebih aman.

Pihak lain sedang menunggu Ainz di sebelah kudanya, maka Ainz pun turun dari Soul Eater setelah tiba di tujuannya. Tidak peduli seberapa buruk ini akan terjadi padanya, Ainz menguatkan dirinya untuk melakukan pada orang lain apa yang telah mereka lakukan padanya.

Lawannya merupakan seorang pria gemuk. Riasan wajah menutupi wajahnya untuk menutupi lingkaran hitam di bawah matanya.

“Senang bertemu denganmu, Yang Mulia Sorcerer King. Namaku Zanac Valleon Igana Ryle Vaiself.”

“Senang bertemu denganmu, aku adalah Sorcerer King Ainz Ooal Gown. Senang bertemu denganmu. Lalu, berbicara sembari berdiri disini tidaklah menyenangkan.” Ainz mengucapkan mantra dua kali, menghasilkan dua singgasana hitam yang saling berhadapan. Karena itu dibuat dengan sihir, kedua singgasana itu secara alami identik.

“Meskipun itu keras dan terbuat dari logam, kita harus tetap duduk dulu. Bagaimana perasaanmu tentang itu?”

“Aku akan senang, Yang Mulia.”

Saat mereka berdua duduk di atas takhta, Ainz melemparkan mantra lain untuk membuat meja hitam reflektif di antara mereka.

Sementara Ainz mulai memberikan sihir pada saat mereka bertemu, Zanac terlihat tidak waspada sama sekali. Sepertinya dia tidak memiliki niat untuk membunuh Ainz.

Setelah itu, Ainz mengeluarkan dua cangkir dan sebuah wadah berisi es dari inventrorynya.

“Bagaimana dengan segelas air? Alkohol sepertinya kurang pantas mengingat situasi kita saat ini, jadi bagaimana dengan jus jeruk…?”

“Terima kasih banyak, Yang Mulia. Air mineral saja sudah cukup.”

“Sekarang, kita sudah siap untuk bicara. Lalu apa yang harus kita diskusikan? Mungkin mengenai justifikasi invasi kami?”

“Itu tidak perlu, Yang Mulia. Aku lebih tertarik pada alasan mengapa anda bersikeras melakukan tindakan keji seperti itu? Mengapa anda menolak tawaran kami untuk menyerah?”

Itu merupakan pertanyaan alami baginya untuk tanyakan. Meskipun bagi Ainz, alasannya jelas dan bisa dibenarkan, bagi mereka itu seperti pembantaian yang tidak masuk akal.

“Umu,” Ainz mengangguk. Mengingat bagaimana keadaannya, tidak ada gunanya menyembunyikan tujuan tersembunyinya lagi. Dia mulai mengekspos rencana Sorcerous Kingdom pada Zanac.

“Karena kami berada di posisi tidak mendapatkan apa-apa dari itu. Aku bermaksud mengorbankan orang-orangmu sebagai contoh bagi dunia tentang apa yang akan terjadi pada mereka jika mereka menentang Sorcerous Kingdom. Untuk itu, kalian semua akan dimusnahkan dan Kingdom akan menjadi gunung abu. Gunung itu akan terus berfungsi sebagai peringatan setelah berabad-abad, setelah ribuan tahun, tentang betapa bodohnya tindakan untuk melawan Sorcerous Kingdom.”

“… Anda sepertinya tidak bercanda.”

“Tentu saja tidak, aku hanya menyatakan apa yang akan terjadi.”

“Mengapa?”

“Apa maksudmu?”

Ainz tidak bisa membaca yang tersirat dari Zanac dan dengan demikian menjawab dengan sebuah pertanyaan.

“Yang Mulia Sorcerer King memiliki kekuatan yang sangat besar. Bahkan jika anda tidak melakukan apa yang anda katakan, orang-orang di dunia akan tetap mengetahui kekuatan anda yang luar biasa.” Zanac membasahi bibirnya, menelan seteguk air liur, dan bertanya, “Mengapa anda menganggapnya seremeh ini?”

“Remeh ya?”

Zanac menegang karena kemungkinan dia membuat Ainz marah, tetapi Ainz tidak marah sama sekali.

“Apa tujuanmu?”

Ainz menggerutu pada dirinya sendiri, “apa {tujuan} mu?”

Di masa lalu, bagi Ainz— tidak, bagi Satoru, untuk bertemu dengan teman-teman yang dimilikinya dalam game Yggdrasil merupakan contoh dari seluruh kehidupannya. Itu merupakan kenangan yang luar biasa sehingga yang dia inginkan hanyalah bertemu kembali dengan teman-temannya lagi.

Ketika tombol shutdown game hendak ditekan, ketika semua ini dimaksudkan untuk sia-sia, dia malah dipindahkan ke dunia ini.

Penutupan server ternyata sama sekali bukan menjadi akhir,

Tetapi sebaliknya, itu merupakan awal yang baru.

NPC yang dibuat oleh teman-temannya mulai menunjukkan kehendak bebasnya. Dari setiap gerakan mereka, dia bisa merasakan sisa-sisa mantan sahabatnya. Tidak, jujur ​​saja, kejutan yang dia alami pada awalnya sangat membingungkannya sehingga dia terus-menerus mengkhawatirkan pengkhianatan mereka. Menengok ke belakang, itu merupakan kebodohannya. Saat ini, dia tidak pernah mempertanyakan kesetiaan mereka lagi.

Namun, sepertinya Ainz bukan satu-satunya yang dikirim ke dunia ini. Dia bisa melihat jejak kaki yang ditinggalkan oleh player lain.

Mungkin wajar untuknya menduga teman-temannya, orang-orang yang berbagi masa-masa indah dengannya, bisa datang ke dunia ini juga. Wajar untuknya mengharapkan itu. Tentu saja, Ainz tahu dirinya dikirim ke dunia ini di saat-saat terakhir game di operasikan, kemunculuan teman-temannya di dunia ini tidaklah mungkin.

Sebenarnya, melalui penggunaan beberapa mantra dan sumber informasi, dia samar-samar bisa merasakan kurangnya kehadiran mereka. Namun, karena dia tidak memiliki bukti konkret dari kepercayaan itu, kemungkinan hal itu terjadi masih ada.

Seseorang mungkin menyebutnya idiot karena berpegang pada harapan sia-sia seperti itu, seseorang juga bisa menyebutnya pecundang.

Tetapi bagi Ainz di masa lalu, hanya itulah yang ada dalam hidupnya.

Dan saat ini mimpi itu secara bertahap memudar.

Tentu teman-temannya penting baginya, tetapi saat ini, NPC juga penting baginya.

Mereka pada dasarnya merupakan anak-anak yang ditinggalkan oleh teman-temannya.

Ainz, sebagai satu-satunya yang tersisa, memiliki tugas untuk melindungi mereka dengan segala cara.

Karena itu, Ainz rela mengorbankan segalanya untuk memastikan tidak ada kerugian yang pernah terjadi pada NPC. Untuk memastikan Nazarick tidak akan pernah kalah oleh pasukan luar, dia harus memprioritaskan pemberdayaan setiap aspek organisasi.

Dahulu Shalltear di cuci otak oleh beberapa entitas yang tidak dikenal. Meskipun Ainz telah berhasil mendapatkan kembali kendali atas dirinya, jika keadaan menjadi lebih buruk pada saat itu, informasi penting mengenai Nazarick bisa diketahui oleh orang luar; akibatnya, itu bisa menyebabkan kehancuran guild.

Dia tidak bisa membiarkan hal seperti itu terjadi lagi.

“Kau menanyakan, apa tujuanku? Aku mencari sesuatu yang sulit namun juga mudah didapat. Yang aku inginkan … adalah satu hal. Yaitu, kebahagiaan.”

“Kebahagiaan?”

Zanac berulang kali berkedip karena terkejut.

Ainz tertawa kecil sebagai tanggapan. Dia tidak menemukan apa yang dia katakan sangat keterlaluan.

“Tidak masalah apakah kau manusia atau bukan, mengejar kebahagiaan merupakan tujuan akhir kan?”

Ainz melepas aktingnya dan mulai berkomunikasi dengan Zanac seolah-olah dia adalah teman dekatnya.

“Dan anda akan melangkahi kebahagiaan orang lain untuk mencapai kebahagian anda sendiri?”

“Bukankah itu jelas? Jika kebahagiaan orang-orang yang aku sayangi dapat dijamin, orang-orang lain sama sekali tidak penting bagiku. Jika kau bisa mengamankan kebahagiaan rakyatmu dengan menimbulkan penderitaan pada rakyat dari kerajaan lain, apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan berkata, lupakanlah kebagian itu?”

“Itu ekstrem!” Zanac menjadi tenang ketika kalimat itu berakhir, dia menundukkan kepalanya dan berkata, “Sepertinya aku telah lancang. Aku minta maaf, Yang Mulia.”

Ainz kembali menjadi kepribadian penguasanya.

“Tidak apa-apa, tidak perlu mengkhawatirkannya.”

“Apakah bahkan dengan kecerdasan dan kekuatan Yang Mulia Sorcerer King, tidak ada metode lain yang mungkin untuk menjamin kebahagiaan?”

“… Mungkin, tapi, aku hanya bisa mengatakan ‘mungkin’. Jika kau memiliki metode yang bisa menjamin mendapatkan kebahagiaan, apa pilihan yang lebih baik? Untuk mencari suatu yang tidak ada metode sekunder atau bertahan dengan apa yang telah dicoba-dan-benar? Seperti pepatah mengatakan, ‘Dewi Keberuntungan itu bagian belakang kepalanya botak’, kan?”

Zanac benar-benar tidak mempercayainya.

“Dewi yang aneh. Maaf, aku tidak bermaksud meremehkan Dewi yang anda percayai. Tolong maafkan aku.”

“Haha, aku tidak keberatan sama sekali. Itu bukan sesuatu yang aku yakini, hanya pepatah yang aku ingat. Baiklah kalau begitu, sejauh itulah semuanya. Demi kebahagiaan rakyatku, aku harus mengorbankan rakyatmu. Ini merupakan dasar untuk perang ini, apakah kau memahaminya?”

“Kurasa begitu. Aku mengerti dengan keinginan Yang Mulia. Mengejar kemajuan kerajaan sendiri dan jaminan kebahagiaan rakyatnya sendiri, bisa dikatakan sebagai satu-satunya tanggung jawab penguasa. Jika pemusnahan rakyat kami menjamin kebahagiaan rakyat Sorcerous Kingdom, aku mengerti mengapa anda tidak menerima penyerahan kami. Aku kira itu tidak bisa dielak lagi.”

“Benarkan? Kau mengerti. Lalu, sekarang giliranku untuk bertanya, tapi aku tidak benar-benar memiliki pertanyaan…”

Ainz melihat sekeliling sembari merenung, “Ah, benar. Armor yang kau kenakan mengingatkanku akan hal itu, jadi aku akan menanyakan tentang pedang itu. Pedang yang dipegang Gazef Stronoff, siapa yang saat ini memilikinya?”

“Saat ini di bawah perlindungan seorang pria bernama Brain Unglaus.”

“Brain Unglaus? Ahh, pria itu.”

Ketika dia berduel dengan Gazef, ada seseorang dengan nama itu di antara dua orang yang menyaksikan duel mereka. Namun, mengingat sudah berapa lama itu terjadi, dia hampir tidak bisa mengingat penampilannya.

Meskipun dia berencana untuk mengubah ibukota menjadi abu, dia masih berencana untuk memulihkan beberapa item, salah satunya pedang Gazef.

“Pria itu, apakah dia juga datang ke sini?”

“Tidak, dia belum kesini, Yang Mulia. Dia harus tetap berada di ibukota.”

“Begitukah? Maka kau tidak akan keberatan dengan sihir macam apa yang aku gunakan untuk menghancurkan kalian semua kan?”

Yang bertanggung jawab atas pengepungan ibukota merupakan Cocytus sehingga dia harus memerintahkannya untuk menjaga pedang nanti.

“Sementara aku tidak punya niat untuk kalah dalam pertempuran ini, aku akan berterima kasih selamanya jika Yang Mulia menggunakan sihir yang akan menimbulkan paling sedikit penderitaan pada rakyatku.”

“… Hmm. Kau ternyata memiliki sebuah maksud. Aku mengerti. Lagipula, percakapan yang menyenangkan seperti ini sulit didapat. Untukmu khususnya, aku akan mencoba yang terbaik untuk membunuhmu selembut mungkin.”

“Terima kasih banyak.”

Zanac tersenyum cerah padanya membuat Ainz tidak bisa menahan rasa kagum padanya.

Keberanian pria ini cukup besar. Jika Ainz ada di posisinya, akankah dia bisa melakukan hal yang sama?

{—Kurasa tidak. Seperti yang diharapkan dari seseorang dengan darah kerajaan. Ini sangat mendidik.}

Zanac mengambil cangkir kaca di depannya dan menenggak air dalam sekali teguk, seolah-olah dia sama sekali tidak mengkhawatirkan diracuni.

“Lezat, Yang Mulia. Katakan, aku harap anda bisa menjawab satu pertanyaan terakhirku – apakah Yang Mulia yang membunuh saudaraku, atau apakah itu salah satu dari bawahan Yang Mulia?”

“Saudaramu?”

Ainz memiringkan kepalanya dan setelah beberapa saat, teringat pangeran Kingdom yang telah mereka buang. Dia tidak bisa mengingat namanya, tetapi ingat jika itu sangat panjang.

“Itu mungkin salah satu bawahanku.”

“Apakah itu benar … jadi dia sudah mati … Aku merasa seperti beban besar telah diangkat dari pundakku … Yang Mulia, terima kasih telah memberitahuku. Aku kira sudah saatnya bagi kita untuk mengucapkan selamat tinggal.”

Setelah mengatakan itu, Zanac mulai berjalan menuju kudanya.

Ainz berjalan menuju Soul Eater setelah dia merapikan segalanya, dan menemukan Zanac masih menunggu dengan kudanya.

Ainz bertanya dalam benaknya mengapa dia belum naik ke kudanya ketika dia menaiki Soul Eater. Baru setelah dia melakukannya, Zanac menaiki kudanya.

Antara pangeran dan raja, mudah untuk mengatakan siapa yang memiliki status lebih tinggi, jadi dia mungkin melakukannya untuk menghindari memandang rendah Ainz dari kudanya yang tinggi. Bagi Ainz, seseorang yang belum mempelajari etiket berkuda, ini merupakan aturan yang tepat yang harus diusahakan untuk diikuti oleh bangsawan. Posisi Zanac di benaknya sedikit meningkat.

{Sepertinya mempelajari etiket kelas atas sudah menjadi kewajiban… apa yang kurang di titik ini? Apakah jumlah hal yang harus aku pelajari akan berkurang…?}


“Yang mulia!”

Semua bangsawan keluar untuk menyambut Zanac kembali, hampir setiap bangsawan yang menjawab panggilannya ada di sana.

Tidak ada yang menghentikan langkahnya dari depan, namun saat ini rasanya dia tidak bisa kembali jika dia mencoba. Itu berarti semua orang mengantisipasi kabar baik, yang terbaik adalah jika Sorcerer King setuju untuk melakukan—

Zanac menjawab pertanyaan mereka dengan balasan singkat.

“Aku tidak bisa melakukannya. Yang Mulia Sorcerer King berencana untuk membunuh kita semua, itu tidak bisa dinegosiasikan dengannya.”

Sesuatu yang mengejutkannya adalah kenyataan masih ada bangsawan yang menjadi pucat mendengar berita ini. Apakah mereka masih berharap semuanya akan baik-baik saja bahkan dengan situasi saat ini?

Zanac turun dari kudanya dan meninggalkan para bangsawan itu di belakang, yang semuanya menggigit bibir bawah mereka dan tenggelam dalam kontemplasi, untuk berjalan menuju tendanya sendiri.

Setelah dia memasuki tenda, menteri urusan militer menyambutnya, senyum sarkastik muncul di wajahnya.

“Itu tidak terlihat seperti kabar baik.”

“Dengan kata lain, seperti yang kita duga, tapi, yah, satu hal memang sedikit mengejutkan.”

“Benarkah? Ngomong-ngomong, saya belum pernah bertemu dengan Sorcerer King, monster seperti apa dirinya itu?”

Zanac tersenyum.

“Tak seperti yang kuduga, dia ternyata lebih manusiawi.”

Menteri Urusan Militer terkejut dengan jawaban ini, matanya membuka sangat lebar sehingga hampir membentuk lingkaran. Mungkin itulah pertama kalinya Zanac melihatnya berekspresi.

Zanac mulai mengingat pertemuannya dengan Sorcerer King.

Memang benar dari luar, dia terlihat seperti monster yang menakutkan, memancarkan aura menindas. Zanac bahkan tidak bisa memahami seberapa mahal harga pakaian yang dimilikinya. Namun, meski begitu, satu-satunya prioritasnya, alasan di balik semua tindakannya, adalah untuk kebahagiaan orang-orang yang dia sayangi. Bukankah itu keinginan yang paling biasa?

Jujur, itu seharusnya bukan tanggapan dari seorang undead, musuh bebuyutan mahluk hidup. Dia terlalu manusia.

Dia tidak bisa memahami tingkat pertimbangan yang Sorcerer King berikan pada masalah ini sehingga sampai pada kesimpulan ini, tetapi dari sedikit percakapan itu, dia dapat sedikit bersimpati padanya.

“Haha, ya, memang. Seperti manusia biasa.”

Zanac mengalihkan pandangannya dari menteri menuju bagian luar tenda.

Jika dikatakan, sebelum – sebelum semuanya berubah seperti ini, mungkin dia bisa memikirkan metode yang lebih baik untuk menangani hal ini. Namun, mereka sudah melewati titik tidak bisa kembali.

“… Jadi bagaimana susunan hierarki komando dan persiapan pertempurannya?”

“Bawahan Yang Mulia- mereka yang berasal dari ibu kota sudah siap untuk segera bergerak, menyebarkan orang-orang kita di antara tempat tinggal di ibukota terbukti efektif. Namun kecepatan retribusi para bangsawan bodoh, sangatlah lamban. Mereka masih memperdebatkan siapa yang harus menjadi garda depan.”

Menteri urusan militer terus mengoceh tanpa menyembunyikan penghinaannya.

“Hmmm, mau bagaimana lagi. Mereka tidak di bawah perintah kita. Beberapa bangsawan bahkan belum menyatakan kesiapan mereka mengorbankan diri. Kita hanya bisa berharap bahwa mereka tidak akan memulai pertempuran sebelum kita semua siap. Semakin rendah harapan kita, semakin tidak kecewa kita nantinya.”

Memang merepotkan jika mereka bahkan tidak bisa menyinkronkan pasukan mereka sendiri untuk pertempuran ini. Bisa dikatakan, tanpa pasukan para bangsawan, mereka akan kehilangan seperempat prajurit mereka yang bisa digerakan. Skenario itu akan sama merepotkannya.

Bahkan jika mantra Sorcerer King hanya membunuh 200.000 orang seperti terakhir kalinya, dengan asumsi setengah dari bangsawan dan pasukan mereka yang bertahan hidup, seberapa banyak tanggung jawab yang akan dilimpahkan kepada seperempat dari pasukan mereka saat ini?

“Jadi, apa strategi kita saat ini?”

“Sama sekali tidak ada, Yang Mulia.” Menteri Urusan Militer tertawa dengan cara yang lelah dan apatis. “Kami tidak terpikirkan sebuah rencana, kami hanya akan secara membabi buta menerjang mereka. Karena itu … Jika kita tidak melakukan apa pun untuk mencegah tentara kehilangan moral mereka, hal itu tidak bagus… Haruskah saya membentuk pasukan anti-melarikan diri?”

“Tidak perlu. Daripada itu, para knight kerajaan harus ditempatkan di depan, dan—”

“—Yang Mulia, maafkan saya karena mengatakan sesuatu diluar topik, bagaimana jika kita menjadi garda depan.”

Zanac memandang ke arahnya dengan tatapan yang mengatakan, {apakah kau yakin?}. Mengesampingkan kondisinya sendiri, sulit baginya untuk membayangkan pria kurus dan pesimistic ini bisa mengayunkan pedang.

“Jika seseorang harus berdiri di depan, tolong izinkan saya menjadi pria itu. Yang Mulia harus memerintah dari belakang.”

Zanac dan menteri saling memandang sebentar dan dia mengangguk.

“Saya sangat senang anda bisa mengerti …” Tatapan menteri mengarah ke langit-langit tenda. Tidak ada sesuatu yang penting disana, tak bisa juga melihat langit, namun dia menatapnya sejenak dan dia bergumam pada dirinya sendiri.

“Sejujurnya, saya tidak pernah menyukai pria itu, Stronoff, namun tidak satu hari pun berlalu di mana aku tidak berharap dia bisa berada di sini…”

“Aku tau rasanya. Bedanya, aku cukup menyukainya.”

Sama seperti menteri yang dengan lemah lembut tersenyum, keributan perlahan dapat terdengar dari luar.

“Apa yang sedang terjadi? Apakah Sorcerous Kingdom membuat pergerakan?”

“Bukan…” Zanac memfokuskan telinganya dan tertawa, “Benar-benar bukan itu.”

Sekelompok orang yang dipenuhi dengan kemarahan menyerbu tenda.

Bangsawan yang wilayah kekuasaannya ada di sekitar – meskipun agak jauh dari – ibukota. Di antara mereka merupakan para bangsawan yang beberapa saat yang lalu berekspresi pucat dan apa yang terlihat seperti tentara bayaran memegang pedang bernoda darah.

“Apa yang ingin kalian lakukan dengan pedang terhunus di tenda Yang Mulia! Mundur!”

Tak satu pun dari para bangsawan menjawab keluhan menteri urusan militer. Mereka semua memandang ke arah Zanac seperti tikus yang terpojok.

Zanac ingin memegangi perutnya dengan tertawa lepas.

Dia cukup banyak merasakannya ketika memasuki tenda, ​​dia benar-benar mengerti apa yang dipikirkan kebodohan mereka.

Dia telah menunjuk para knight di bawahnya untuk menduduki posisi memerintah, maka bagi mereka yang dijauhkan dari sisinya merupakan sebuah penghinaan. Ini merupakan pemberontakan yang dipicu oleh hilangnya hak terpilih mereka, namun dirinya tidak berharap mereka bersekongkol melawannya terutama dalam situasi seperti ini. Dia tidak bisa menduga rasionalitas manusia telah jatuh serendah ini.

Tidak, itu tidak akurat.

Tindakan mereka dalam arti tertentu, dibenarkan. Mereka hanya mencoba keberuntungan mereka untuk kesempatan bertahan hidup.

Zanac hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri. Dia tidak bisa berempati dengan mereka, dia tidak bisa memuaskan keraguan mereka, dia tidak bisa menyatukan mereka di bawah bendera yang sama.

Apa yang akan dilakukan ayahnya? Zanac hampir menghancurkan wajah serius yang telah dia buat dengan usaha terbaiknya menahan tawa terbahak-bahak.

“Mundur! Dasar bodoh!”

“…Kumohon hentikan! Menteri!”

“Tetapi! Yang mulia!”

“Aku bilang hentikan! Kaulah yang seharunya mundur.”

“Saya tidak bisa menerima perintah itu.”

“Menteri-”

“—Inilah akhirmu, Yang Mulia. Sekarang tidak ada gunanya mengulur waktu.”

“… Hmph. Aku tidak merencanakan hal seperti itu.”

Meskipun dia mengenakan armor yang merupakan harta kerajaan, Zanac tidak terlatih dengan baik untuk pertempuran. Jika itu merupakan saudaranya, ini akan menjadi cerita yang berbeda, tetapi tidak mungkin bagi Zanac sendiri untuk membunuh setiap musuh di sini.

Jika pengkhianatan mereka bukanlah pemicu saat ini tetapi telah direncanakan dengan baik sejak awal, dia tidak akan memiliki kesempatan sama sekali untuk selamat.

Dia memusatkan pandangannya pada mereka dan melihat mereka ketakutan.

Sangat memalukan. Jika mereka benar-benar percaya pada diri mereka sendiri, mereka akan mengangkat kepala mereka tinggi-tinggi. Itulah sebabnya Zanac mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, untuk menyampaikan gertakannya.

“Jadi, adakah topik penting untuk di bahas yang membuat kalian mendatangi tendaku? Apakah kalian tidak mengerti apa artinya mengacungkan pedang di sini, di hadapanku?”

“—Tentu saja, Yang Mulia. Tolong, hentikan perang ini.”

Zanac tersenyum.

“Buang-buang waktu jika kalian berpikir untuk menyerah pada Yang Mulia Sorcerer King. Aku telah menerima pesannya dengan keras dan jelas, dia tidak akan pernah menerima kepatuhan kita… Meskipun kalian mungkin tidak mempercayaiku, satu-satunya keinginan kita yaitu kekalahan Yang Mulia Sorcerer King.”

“Tak ada jalan kita bisa menang…”

Salah satu bangsawan bergumam dan Zanac menyetujuinya.

“Meski begitu, kita tidak punya pilihan selain bertarung. Aku telah menyarankan penundukan kerajaan, tetapi tidak ada gunanya. Akan aku tegaskan, satu-satunya harapan kita untuk bertahan hidup yaitu melewati pertempuran ini.”

“… Mungkin itu yang terjadi untuk Yang Mulia, tetapi, mungkin jika kami memberikan kontribusi yang cukup, mereka akan membiarkan kami hidup – tolong korbankan dirimu supaya kami berkemungkinan bertahan hidup.”

Para bangsawan mulai bergabung dalam kesepakatan.

“Semua ini bermula karena orang-orang yang menghalangi transportasi gandum Sorcerous Kingdom. Kami seharusnya tidak dimintai pertanggungjawaban karenanya!”

“Kami akan menjanjikan kesetiaan kepada Sorcerer King.”

Bagi Zanac, apa yang mereka katakan tidak berbeda dengan apa yang dikatakan wanita bangsawan tentang ksatria ideal mereka selama pesta teh. Namun, dia mengerti dari mana pemikiran itu berasal.

“Biarkan aku mengatakan satu hal, tidak ada gunanya kalian membawa diriku kepadanya. Aku, sebagai anggota keluarga kerajaan, telah memutuskan untuk berjuang sampai akhir. Kalian yang ingin mati di sini, cobalah!”

Yareyaredaze.

Menyerang teman sendiri, benar-benar lucu.

Tidak, dia harus menganggap dirinya beruntung karena orang-orang bodoh ini akan memenuhi tujuan mereka di sini. Tentunya mereka tidak bisa membebani saudara perempuan atau ayahnya setelah ini kan?

Yah, lagipula saudara perempuannya akan aman dari para idiot ini karena warrior itu berada di sisinya.

“Mereka yang ingin mengambil kepalaku, datanglah jika kalian berani!!”

Zanac menarik pedangnya dan berdiri membelakangi menteri.

Sementara dia tidak yakin dengan ilmu pedangnya, armornya bukanlah hanya sekedar sebagai hiasan saja.

Zanac menatap para bangsawan, mereka membeku tak bergerak.

“Apa!? Kalian anemia ya!? Bukankah seharusnya kalian setidaknya sudah siap untuk mengotori tangan, bahkan jika kalian mencekokiku dengan racun!? Bukankah seharusnya tekad kalian sudah bulat?!”

Para bangsawan saling memandang.

Mereka bahkan tidak menghiraukannya, sungguh menyedihkan. Apakah hidupnya benar-benar akan diakhiri oleh para bajingan tak kompeten seperti mereka?

Akhir hari itu, setelah menyaksikan kekuatan militer Sorcerer King, pastilah ketakutan yang membuat mereka begitu picik sehingga tidak dapat memberikan alasan.

Lagipula dia tidak cocok untuk memerintah. Dia tidak memiliki kebajikan seperti ayahnya, karisma seperti kakaknya, atau kecerdasan seperti adiknya. Dia tidak punya apa-apa, namun itu tak apa. Dia tidak ingin menjadi raja, dia hanya menginginkan Kingdom berfungsi.

Benar.

Untuk memberi kerajaan ini, rakyatnya, dan keluarganya.

Untuk memberi mereka kebahagiaan.

Lalu, salah satu bangsawan memanggil orang-orang di luar tenda dan beberapa tentara bayaran yang terlihat tangguh masuk.

Zanac memutar-mutar lidahnya dan mengingat kembali bayangan kakaknya yang mengayunkan pedang. Dia menirukan gerakan kakaknya dan mengacungkan pedang pada para bangsawan.


Di tenda mereka, Cocytus, Aura, dan Mare baru saja membahas pengepungan ibukota yang akan dilaksanakan ketika Albedo, yang seharusnya melakukan pemeriksaan akhir formasi, tiba dengan ekspresi bermasalah. {Apa yang terjadi?} Albedo menanggapi tatapan pertanyaannya.

“Ainz-sama, sepertinya ada keributan di tenda musuh.”

“…Apa? Keributan? Apa yang terjadi?”

Ainz berdiri dan berjalan keluar dari tenda. Terlihat memang ada semacam masalah di sana, atau lebih tepatnya dikatakan perpecahan telah terjadi diantara mereka.

Pada akhirnya, sekelompok kavaleri muncul dari tenda musuh. Mereka tidak terlihat seolah-oleh sebagai garda depan yang bersemangat.

Saat Ainz memperhatikan mereka dengan seksama, kelompok itu dengan cepat mencapai garda depan Sorcerous Kingdom. Mereka merupakan tentara bayaran yang dilengkapi dengan semua jenis peralatan, serta beberapa bangsawan.

Seorang pria di masa jayanya, yang memiliki aura seorang bangsawan, melangkah keluar dari kelompok itu. Pria itu mulai berteriak hampir histeris, suaranya yang ditunjukkan pada Ainz terbawa oleh angin.

“Saya memiliki sesuatu yang harus di diskusikan dengan Yang Mulia Sorcerer King! Kumohon!”

Zanac tidak ada di antara mereka. Keributan di tenda mereka ditambah beberapa bangsawan dalam kelompok ini memberi tahu Ainz semua yang perlu dia ketahui.

“… Albedo, bawa mereka.”

Dia tidak melihat ke arah Albedo yang membungkuk, tetapi sebaliknya kembali ke tendanya di mana tubuhnya ambruk dengan kencang ke atas takhta sementaranya. Tiga guardian berdiri diam di sebelah Ainz.

Setelah beberapa saat, sepuluh bangsawan dibawa oleh Albedo. Tentara bayaran yang melayani sebagai pengawal kelihatannya telah ditinggalkan.

Mereka dikejutkan oleh pemandangan Ainz di atas singgasananya, lebih dikejutkan oleh pemandangan Cocytus di sisinya, dan kebingungan oleh kehadiran Aura dan Mare.

“Berlututlah seperti yang seharusnya dilakukan ketika menemui penguasa.”

Para bangsawan Kingdom menekuk lutut di dekat pintu masuk tenda dan menundukkan kepala mereka ke arah Ainz.

“Angkat kepala kalian.”

Ucap Albedo, yang saat ini berdiri di sebelah Ainz.

“Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda, Yang Mulia.”

Yang tertua dari para bangsawan mulai berbicara. Dari ekspresi yang lain, dia sepertinya merupakan pemimpin pagar betis ini.

“Kami kagum akan kebesaran Yang Mulia dan ingin melayani di bawah pemerintahan anda. Pertama-tama, kami memiliki penawaran untuk Yang Mulia…”

Salah satu bangsawan mengeluarkan benda seperti karung dari punggungnya. Albedo hendak merespon sebelum Ainz menghentikannya. Dia berdiri perlahan – seperti yang telah dia lakukan berkali-kali – dari tahtanya dan melangkah ke arah bangsawan.

Karung itu diserahkan padanya.

{Sepertinya bukan jebakan ya…}

Ainz yang kecewa melihat karung itu.

Aroma darah merebak dari dalam karung, dia sudah bisa menebak apa yang ada di dalamnya.

Ainz membukanya untuk melihat isinya.

Matanya bertemu dengan mata Zanac.

Ainz mengamatinya dengan seksama. Mereka baru saja bertemu, jadi sulit baginya untuk mengatakan apakah ini tubuh tiruan atau bukan. Namun, mengingat bagaimana mereka bertindak, tidak mungkin ini merupakan kepala peniru.

Ainz menutup karungnya, berjalan kembali ke singgasananya untuk menyerahkan karung itu pada Albedo, dan berkata,

“Beri dia pemakaman yang layak.”

Dirinya memiliki banyak mayat lain yang bisa dia gunakan untuk menciptakan undead, melepaskan jasad Zanac tidaklah apa-apa.

“Jadi, apa yang terjadi pada armor yang dia kenakan?”

Para bangsawan memandang ke arah Ainz dengan ekspresi bingung setelah mendengar pertanyaan Ainz. Mereka mungkin berpikir kepala jenderal mereka lebih dari cukup diberikan sebagai hadiah.

“Apa? Apa kalian tak memiliki jawaban untuk pertanyaan Ainz-sama?”

“T-Tidak! Ya, itu, armor itu masih ada di mayat sang pangeran di tendanya.”

Bangsawan yang bertindak sebagai perwakilan mereka dengan tergesa-gesa menjawab pertanyaan Albedo, yang tanpa ekspresi.

“Begitukah…? Aku mengerti… Kalian semua. Kerja bagus.”

Para bangsawan menjawabnya dengan “Ya!” saat kelegaan mencuat di wajah mereka dan saat mereka menundukkan kepala.

“Aku akan memberi hadiah yang pantas atas pencapaian kalian. Jadi, apa yang kalian inginkan?”

“Tolong, lepaskan saya dan keluarga saya! Yang Mulia Sorcerer King! Saya bersumpah kesetiaan mutlak saya untuk anda!”

Tiba-tiba, bangsawan di belakang perwakilan mulai berteriak, membuat perwakilan menjadi kesal dan menggonggong,

“Orang ini! Saya juga! Yang Mulia! Kumohon berikan juga karunia yang sama kepada saya!”

Semakin banyak gonggongan “saya juga!”. Ainz melambaikan tangannya dengan murah hati untuk membungkam permohonan mereka.

“-Aku mengerti. Aku mengerti. Aku benar-benar mengerti kalian semua. Semua orang di sini menginginkan hal yang sama, benar?” Para bangsawan mulai menganggukkan kepala mereka dengan gila, “begitukah? Yah, kalau begitu aku tidak akan membunuh kalian. Albedo – kirim mereka pada Neuronist.”

“—Baik.”

“Yang Mulia, bagaimana dengan keluarga kami…?”

Ainz tidak mengabaikan salah satu bangsawan yang berusaha berbisik kepadanya.

“Keluargamu juga?” Ainz tersenyum. Tentu saja, mereka tidak punya cara untuk memahami itu. “Untuk kalian. Albedo, tanyakan di mana keluarga mereka dan kirim juga mereka.”

“Baik, Ainz-sama. —Kalian semua, kemarilah.”

Para bangsawan dibawa pergi dari tenda oleh Albedo. Setelah mereka pergi, Ainz memberi isyarat agar Aura keluar dan memberikan perintah berikut,

“Mereka yang tidak ingin mati, jangan berikan kepada mereka. Itu perintah.”

“Ya, Ainz-sama!”

Ainz menangkap tangan Aura saat dia hendak pergi. Dia melanjutkannya pada Aura yang kebingungan.

“Bahkan jika mereka menginginkan kematian, jangan berikan itu pada mereka untuk saat ini.”

“Baik!”

Setelah dia melepaskan tangannya dan setelah dia memastikan dirinya tidak memiliki perintah lain, Aura mengejar Albedo.

Tatapan Ainz tetap terpaku di punggung Aura saat dia memberi perintah kepada dua guardian yang tersisa.

“Aku kehilangan minat. Dengan Cocytus sebagai komandan dan Mare sebagai komandan kedua, aku mengizinkan kalian berdua untuk menggunakan kemampuan kalian sepenuhnya. Jangan biarkan satu pun penduduk Kingdom tanpa terluka.”

Keduanya merespons dengan tegas.

Satu jam kemudian – tentara yang merupakan harapan terakhir Re-Estize Kingdom menghilang sepenuhnya dari muka dunia ini.


Overlord (LN)

Overlord (LN)

Ōbārōdo, オーバーロード, 不死者之王, 오버로드
Score 9
Status: Ongoing Type: Author: Artist: Released: 2010 Native Language: Japanese
Pada abad ke-21, dunia memasuki tahap baru VR Games ... dan "YGGDRASIL" dianggap di atas semua MMORPG ... tetapi, setelah mengumumkan bahwa semua servernya akan mati, game internet 'YGGDRASIL' ditutup ... atau seharusnya terjadi, tetapi untuk beberapa alasan, karakter pemain tidak keluar beberapa waktu setelah server ditutup. NPC mulai menjadi sementara. Seorang pemuda normal yang mencintai bermain game di dunia nyata tampaknya telah diangkut ke dunia alternatif bersama dengan guildnya, menjadi penyihir terkuat dengan penampilan skeleton, Momonga. Dia memimpin guildnya "Ainz Ooal Gown" menuju petualangan fantasi legendaris yang belum pernah terjadi sebelumnya!

Comment

Options

not work with dark mode
Reset